Video

Demi Mendukung Hobi Anak, Pria di Malang Bangun Skatepark Seharga Rp 5 Miliar

Uang sebanyak kurang lebih Rp 5 miliar ia kucurkan untuk mewujudkan pembangunan arena yang ia namai Apocalypse Skatepark.

SS/ Youtube suryamalang.com
Demi mendukung hobi sang anak, Heru Tri Cahyono rela merogoh kocek dalam-dalam untuk membangun sebuah arena skateboard. Uang sebanyak kurang lebih Rp 5 miliar ia kucurkan untuk mewujudkan pembangunan arena yang ia namai Apocalypse Skatepark. 

SURYA.CO.ID|MALANG - Demi mendukung hobi sang anak, Heru Tri Cahyono rela merogoh kocek dalam-dalam untuk membangun sebuah arena skateboard.

Uang sebanyak kurang lebih Rp 5 miliar ia kucurkan untuk mewujudkan pembangunan arena yang ia namai Apocalypse Skatepark.

Heru membangun Apocalypse Skatepark di Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

"Apocalypse Skatepark ini awalnya untuk anak saya. Waktu itu anak saya kesulitan main skateboard akibat pandemi Covid-19. Biayanya kurang lebih Rp 5 miliar. Ini belum termasuk biaya-biaya lainnya," ujar Heru ketika ditemui di Apocalypse Skatepark, Minggu (31/10/2021).

Pria dengan 3 anak ini membangun arena skateboard di lahan seluas 1.000 meter persegi.

Lahan tersebut merupakan aset yang ia miliki di Desa Mangliawan.

Skatepark yang dibangun bertipe bangunan indoor, dengan ditopang atap-atap penyangga modern.

Heru tak menyangka Apocalypse Skatepark mendapat sambutan meriah dari para komunitas olahraga skateboard maupun BMX.

Respons itu ia rasakan saat menggelar kompetisi Apocalypse Solidarity Festival 1.0.

"Di luar dugaan, Apocalypse Skatepark dapat animo tinggi dari para penghobi skateboard," sebut pria yang bekerja di bidang pembangunan bendungan itu.

Heru mempercayakan pembangunan skatepark miliknya pada vendor asal Bali, Motion Skatepark.

Durasi pembangunan Apocalypse Skatepark memakan waktu lebih dari 2 bulan. Arena skateboard megah tersebut akhirnya rampung pada pertengahan Agustus 2021.

Saat pembangunan, pria asal Kota Malang ini mendapati beberapa cerita tak terlupakan. Cerita tersebut mengkiaskan tingginya animo para skaters terhadap fasilitas arena skateboard yang berkualitas.

"Saya masih ingat sekali yang lucu anak-anak komunitas (skateboard) gak sabar dan terus menanyakan kapan jadinya. Bahkan sampai tukang-tukangnya dikasih pisang goreng, saking antusiasnya mereka," terang Heru.

Dia mengaku sebenarnya orientasinya mendirikan Apocalypse Skatepark bukan untuk kepentingan komersial.

"Siapa saja boleh main skateboard dan BMX. Jadi tiket masuknya Rp 20 ribu sudah dapat minuman. Itu sudah murah sekali, bukan untuk komersial banget," ujarnya.

Namun, Heru tetap membuka pintu lebar kepada para komunitas dan event planner yang ingin menggelar event di arena skatepark miliknya.

"Bahkan anak-anak street culture seperti breakdance sampai fashion show udah ada booking di sini. Tapi bagi saya anakku bisa main sepuasnya di sini, sudah oke buat saya," tutupnya. (Erwin Wicaksono)

Tonton videonya di sini :

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved