Selasa, 28 April 2026

Berita malang Hari Ini

Tokoh Adat Tengger Restui Pembangunan Jembatan Kaca di Jemplang, Kabupaten Malang

Sesepuh adat Tengger merestui pembangunan jembatan kaca di area Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo.

Penulis: Mohammad Erwin | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/M Erwin
Punden Kutugan di Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. 

Reporter: Erwin Wicaksono

SURYAMALANG.COM, MALANG - Sesepuh adat Tengger merestui pembangunan jembatan kaca di area Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang.

"Rekanan izin kepada saya dan juga kepada kepala desa," ujar Sutomo, tokoh adat Suku Tengger kepada SURYAMALANG.COM, Kamis (5/11/2021).

Sutomo telah melakukan serangkaian kegiatan adat untuk mendoakan kelancaran berbagai pembangunan di kawasan pemanfaatan Taman Nasional Bromo Tengger.

"Pertama, orang yang membuka lahan untuk parkir sudah doa dan selametan di sana biar gak nganggu anak cucu di Ngadas," tutur Sutomo.

Sutomo menilai pembangunan jembatan kaca tidak sepenuhnya mengganggu filosofi budaya masyarakat Tengger.

Pasalnya, pembangunan jembatan kaca tidak menggerus Punden Kutugan.

"Sebelum membangun jembatan kaca yang didulukan di Punden Kutugan tapi tidak mengganggu di area tersebut. Kami tidak menolak. Sebelah punden ditanami kayu, pohon cemara dan sebagainya. Jadi gak menganggu punden," beber pria ramah ini.

Pertimbangan Sutomo memberi restu pembangunan jembatan kaca karena sudah menjalin kesepakatan dengan Balai Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Kesepakatan tersebut melahirkan beberapa poin. Salah satunya, kegiatan adat di Punden Kutugan kendati terdapat jembatan kaca.

"Acara adat kalau ada selametannya ya diselameti. Ganti ruginya ada. Pertimbangannya itu, adat tetap jalan," ungkap pria yang dikenal masyarakat sebagai mbah dukun ini.

Sutomo menegaskan, keputusan-keputusan adat yang dibuat tetap mengacu pada kelangsungan kehidupan adat masyarakat Tengger di masa depan.

"Kalau hanya kata saya kurang percaya. Sudah secara tertulis. Ada hitam di atas putih. Karena pihak TNBTS kalau sudah pensiun kan sudah ganti anggotanya."

"Jadi kalau ada hitam di atas putih, pihak desa tetep kuat," tandas Sutomo.

Pembicaraan mengenai rencana pembangunan jembatan kaca diakui Sutomo telah dilakukan beberapa kali. Melibatkan dirinya sebagai tokoh masyarakat Tengger.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved