Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Profauna Prediksi: Reboisasi di Kawasan Lereng Gunung Arjuno Butuh Waktu 4 Tahun

Profauna Indonesia memprediksi upaya reboisasi baru bisa membuahkan hasil butuh waktu lebih dari 3 tahun.

Penulis: Mohammad Erwin | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/M Erwin
Alih fungsi lahan di kawasan lereng Gunung Arjuno, Cangar, Kota Batu. Lahan tersebut semula berupa hutan berubah menjadi lahan sayur. 

Reporter: Erwin Wicaksono

SURYAMALANG.COM, MALANG - Profauna Indonesia memprediksi upaya reboisasi baru bisa membuahkan hasil butuh waktu lebih dari 3 tahun.

"Paling cepat reboisasi itu selama 4 tahun," ujar Rosek Nursahid, Ketua Profauna Indonesia kepada SURYAMALANG.COM, Senin (8/11/2021).

Rosek menganalisa mayoritas wilayah sepanjang lereng Gunung Arjuno telah kehilangam fungsi sebagai hutan lindung.

Alih fungsi hutan menjadi lahan sayur menjadi biang kerok kerusakan fungsi hutan lindung sebagai penyerap air ke dalam tanah.

Bahkan, sebaran kerusakan hutan sudah begitu masif.

"Kami harus mengecek detail lagi luasan hektarenya. Saya kira 90 persen lereng Gunung Arjuno arah Batu - Cangar 90 persen sudah beralih fungsi, termasuk wilayah Sumber Brantas, Bumiaji (Batu), sampai Karangploso (Kabupaten Malang) bahkan sampai Lawang," ujar Rosek.

Kebakaran di lereng Gunung Arjuno beberapa tahun silam berimplikasi pada kejadian banjir bandang saat ini.

"Ada kebakaran tahun 2019, dan tidak ada penanaman lagi. Kemudian petani menanam sayur. Peristiwa tahun 2019 diduga berimplikasi pada banjir bandang kali ini. Alam yang bertindak saat ini," terangnya.

Menurutnya, keseimbangan ekosistem dan pelestarian hutan sangat penting.

"Kami telah menyusuri tempat yang diduga menjadi sumber banjir bandang. Kesimpulan sementara, hutan lindung dan hutan produksi sudah ditanami banyak sayur."

"Terutama hutan lindung, yang seharusnya menjadi tegakan yang menyerap air dan longsor malah ditanami sayur. Sehingga tidak ada sistem penyerapan air ke dalam tanah yang baik."

"Juga ada bekas kebakaran hutan di beberapa tempat yang memicu kurang baiknya penyerapan air tersebut," katanya.

Rosek menyatakan pihaknya mendampingi petani setempat agar menanam pohon-pohon buah-buahan, seperti alpukat dan nangka.

"Selain bisa menjadi upaya reboisasi, petani masih bisa memetik ekonomi dari panen buah," terangnya.

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved