Berita Lumajang Hari Ini

Warga Senduro Lumajang Temukan Kerangka Manusia di Hutan TNBTS, Ada Tulisan 'Ciponk' di Kaki Kiri

Kerangka manusia ditemukan seorang pekerja proyek pelebaran jalan di kawasan hutan Taman Nasional Balai Besar Semeru (TNBTS).

Penulis: Tony Hermawan | Editor: isy
Polsek Senduro
Polisi dan warga saat mengevakuasi kerangka manusia yang ditemukan di Hutan Ireng-Ireng, Desa Burno, Senduro, Lumajang, Rabu (10/11/2021). 

Berita Lumajang Hari Ini
Reporter: Tony Hermawan
Editor: Irwan Sy (ISY)

SURYAMALANG.COM | LUMAJANG - Kerangka manusia ditemukan seorang pekerja proyek pelebaran jalan di kawasan hutan Taman Nasional Balai Besar Semeru (TNBTS).

Letak penemuan berada di 50 meter dari bahu jalan Hutan Ireng-Ireng, Desa Burno, Senduro, Lumajang.

Lokasinya persis di bawah hutan bambu, tepatnya masuk dalam kawasan konservasi Gunung Semeru pada titik koordinat 8,070540 S 113,058767.

Kerangka manusia itu pertama kali ditemukan  oleh Roni seorang pekerja pelebaran jalan proyek Pemkab Lumajang.

Selasa sore itu (9/11/2021), Roni memasuki Hutan Ireng-Ireng untuk mencari sayur pakis. 

Adanya penemuan itu, Roni langsung melaporkan ke Ketua RW Dusun Gondang, Desa Burno, Senduro.

Aparatur desa itu kemudian melaporkan penemuan tersebut ke Polsek Senduro.

Namun karena kendala cuaca dan medan sulit kerangka manusia itu baru bisa dievakuasi pada Rabu (10/11/2021) pagi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, diduga kuat kerangka manusia tersebut berjenis kelamin perempuan.

Saat ditemukan, kepala dan tubuh korban terpisah sekitar 5 meter.

Di bagian badan busana korban masih utuh.

Korban mengenakan kaos Band Bombardir dengan jaket hoodie berwarna hitam.

Sedangkan kakinya mengenakan celana jeans berwarna biru.

Sementara itu, tidak ditemukan identitas apapun pada tubuh korban.

Petunjuk yang ada, korban memiliki tato di kedua kaki.

Kaki sebelah kiri terdapat tato tulisan 'ciponk', sedangkan kaki kanan terdapat gambar waru dan tulisan plonk.

Dalam saku celana korban, ditemukan serit rambut, 3 biji korek gas, pick gitar, dan kontak sepeda motor. 

Di RSUD dr Haryoto, kerangka manusia langsung dilakukan autopsi.

Tulang belulang, itu tidak ditemukan bekas pukulan benda tumpul.

Hanya saja, ada beberapa kerangka yang hilang.

Kapolsek Senduro Akp Joko Wintoro mengatakan, polisi kini kesulitan memastikan identitas korban.

Pasalnya selama ini Polsek Senduro dan jajaran polsek tetangga tidak menerima laporan warga hilang.

"Belum ada laporan orang hilang baik itu dari Kecamatan Pasrujambe dan Gucialit yang merupakan tetangga kecamatan," katanya.

Selain itu, penyebab kematian korban juga masih menjadi teka-teki.

Ada kemungkinan jasad itu merupakan korban pembunuhan.

Namun bisa juga, korban tewas akibat diterkam hewan buas.

Sebab tempat penemuan kerangka merupakan jalur rimba.

"Untuk sementara penyebab kematian masih diselidiki tim inafis," pungkasnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved