Berita Malang Hari Ini
Pentigraf Makin Populer, Siswa Bisa Belajar Bikin Cerita Fiksi
Sarasehan memperingati lima tahun Kampung Pentigraf Indonesia (KPI) diadakan di Warung Joglo Jati, Sawojajar II Kabupaten Malang
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Zainuddin
Dalam pentigraf ada formatnya sebagaimana menulis puisi, cerpen. Ini harus dipatuhi.
Pentigraf dikenalkan lagi oleh Tengsoe sejak 2014 hingga sekarang.
"Trend-nya baik. Berarti memang banyak orang rindu ruang untuk menulis," jawabnya.
Pegiat pentigraf adalah Hendrika dari Malang. Ia memang suka menulis.
"Awalnya ya gak paham. Saya kenal pentigraf dari IG saat ada lomba," jelas perempuan ini.
Maka ia berselanjar di google mencari informasi dan menemukan KPI.
Setelah bertemu Tengsoe dan pegiat lainnya, setidaknya paham dengan pentigraf dan tantangannya bagaimana menyampaikan cerita dalam tiga paragraf.
"Jika bikin cerpen kan mengalir saja. Tapi di pentigraf harus 210 kata dalam toga paragraf dan ada kejutan cerita di akhir paragrafnya," kata warga Bandulan ini.
Ia menyebut dalam membuat pentigraf kategori tidak sulit juga tidak gampang.
Jika lebih dari 210 kata, ia edit lagi. Sehingga perlu memilih kata yang efisien.
Tokohnya juga harus satu karena ruangnya sempit. Ide-ide yang didapatnya untuk jadi cerita dari lingkungan sekitar.
Kadang melihat tukang becak bisa jadi ide.
Kadang karyanya dijadikan status WA dan dikomen oleh teman-temannya. Ia berharap masyarakat senang membaca dan menulis.
Pentigraf adalah salah satu genre.
Sedang Joko Saryono mengatakan, dunia digital adalah sebuah peremajaan kembali dari berbagai lapisan kebudayaan lampau.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/sarasehan-memperingati-lima-tahun-kampung-pentigraf-indonesia-kpi.jpg)