Rabu, 17 Juni 2026

Kesehatan

Ragam Pengobatan untuk Pasien Vaginismus, Mulai Terapi Suntik Botox sampai Dilatasi Mandiri 

Kondisi vaginismus menyebabkan pasangan sulit memiliki momongan. Bagaimana solusinya?

Tayang:
Editor: Zainuddin
@suryamalangcom

Tanpa anastesi, dokter akan kesulitan melakukan tindakan dikarenakan kondisi vaginismus level tinggi tidak memungkinkan pemeriksaan tanpa anastesi. 

Terapi suntik botox ini tidak sekadar menyuntikan botox untuk relaksasi otot dan mengurangi kontraksi involunter.

Dalam tahapan terapi botox untuk pasien vaginismus juga akan diletakkan alat dalam vagina perempuan. 

"Tujuannya supaya pasien bisa merasakan bahwa ada alat di dalam sana dan aman. Jadi saat penetrasi tidak terjadi ketegangan dan kontrakasi involunter lagi. Minimal 12 jam kami letakkan," ungkapnya. 

Tujuan suntik botox sendiri selain merelaksasi otot adalah untuk melatih pasien bisa merasakan sesuatu di dalam vagina dan tidak apa-apa.

Setelah prosedur botox selesai, pasien akan diarahkan untuk melakukan dilatasi mandiri. 

Suntik botox menurut dr Eighty dapat dilakukan setiap 4-6 bulan sekali tergantung kebutuhan pasien.

Namun ada juga pasien yang sekali suntik botox sudah normal dan tidak perlu tindakan lagi. 

Sementara untuk vaginismus sekunder yang cenderung berkaitan dengan penyebab psikologis, dr Eighty menyarankan adanya campur tangan psikiater.

Penyebab trauma atau ketakutan harus dihilangkan terlebih dahulu. 

"Bahkan bagi beberapa pasien yang penyebabnya adalah trauma atau psikolgis lebih membutuhkan penyembuhan secara psikis oleh psikiater. Kalau ini berhasil, maka ia akan normal kembali. Terapi medis bisa membantu untuk membiasakan lagi saja," paparnya. 

Selain upaya di atas, dr Eighty juga menyarankan terapi mandiri seperti senam kegel untuk tahap berkelanjutan.

Senam kegel yang dipercaya mampu merelaksasi otot ini akan mempermudah pasien vaginismus. 

"Dengan senam kegel, pasien akan lebih mudah mengatur otot-otot di sekitar vaginanya. Jadi dia bisa mengendalikan supaya tidak kontraksi dengan menjadikannya rileks," terangnya.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:00 WIB
France
Prancis
Live
Senegal
Senegal
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 05:00 WIB
Iraq
Irak
VS
Norway
Norwegia
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 08:00 WIB
Argentina
Argentina
VS
Algeria
Aljazair
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 11:00 WIB
Austria
Austria
VS
Jordan
Yordania
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved