Sabtu, 11 April 2026

Cegah Bencana Alam, Gerak Cepat Reboisasi Hulu Brantas

Dinas Kehutanan Jawa Timur bersama Universitas Negeri Surbaya (Unesa) dan Pemkot Batu mencanangkan gerakan reboisasi menanam 56 ribu bibit pohon

Penulis: Benni Indo | Editor: rahadian bagus priambodo
Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko secara simbolis menanam bibit pohon di kawasan Wisata Alam Cangar. Selanjutnya, ada 56 ribu bibit pohon yang ditanaman di lahan penyangga kawasan hulu seluas 140 hektar. 

SURYAMALANG.COM, BATU – Sejumlah pihak gerak cepat mereboisasi kawasan hulu Kota Batu pasca banjir bandang yang terjadi pada 4 November 2021.

Pada Kamis (25/11/2021), Dinas Kehutanan Jawa Timur bersama Universitas Negeri Surbaya (Unesa) dan Pemkot Batu mencanangkan gerakan reboisasi menanam 56 ribu bibit pohon di lahan seluas 140 hektar.

Kepala Dinas Kehutanan Jawa Timur, Jumadi menjelaskan seremonial reboisasi itu bertemakan gotong royong nanduri gunung (gotong-royong menanami gunung).

Secara simbolis, Jumadi bersama Rektor Unesa, Prof Nurhasan dan Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko menanam bibit pohon di kawasan Wisata Alam Cangar.

“Secara serentak, kami menanam 56 ribu bibit pohon di lahan 140 Ha. Ada tujuh titik daerah penyangga yang kami tanami bibit pohon,” ujar Jumadi, Kamis (25/11/2021).

Tujuh titik penyangga itu masuk dalam wilayah Kota Batu, Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Pasuruan. Pohon-pohon yang ditanam itu diharapkan dapat menjadi penyeimbang ekosistem dan lingkungan.

“Tahura sebagai submer hayati dan ekosistem. Secepat mungkin kami menanam, setelah dari sini, rencananya tanggal 28 juga akan melakukan penanaman di Kabupaten Magetan,” jelasnya.

Penanaman pohon juga dilakukan di kawasan bekas kebakaran hutan. Kebakaran hutan itu terjadi sebelum pandemi melanda. Upaya melindungi kawasan penyangga itu juga dibantu oleh para mahasiswa Unesa melalui program KKN.

Nurhasan mengatakan ada 140 mahasiswa yang diterjunkan untuk berkolaborasi dengan masyarakat setempat. Mahasiswa tidak hanya sekadar menanam pohon, namun juga memberikan edukasi dan pelatihan mitigasi.

“Unesa sebagai perguruan tinggi harus tahu situsi, mengingatkan jangan sampai terjadi bencana dulu lalu bergerak. Maka harus bergerak terlebih dahulu. Ke depan bangsa kita harus ada akselerasi untuk melindungi hutan,” ujarnya.

Mahasiswa itu akan tinggal bersama penduduk hingga Januari mendatang. Setelah itu, aka nada gelombang KKN berikutnya sehingga programnya berkelanjutan.

“Sehingga dapat meningkatkan perekonomian. Rencananya mahasiswa ini sampai Januari, namun Februari akan ada lagi. Jadi bergulir terus sehingga edukasi ini bisa sinergi antara pemerintah, kampus dan kampung,” tegasnya.

Dewanti mengaku cukup terbantu dengan adanya program dari Dinas Kehutanan yang berkolaborasi dengan Unesa. Ia mengakui memang perlu ada gerakan serentak menyelematkan kawasan hulu agar potensi bencana alam bisa dihindari.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Dinas Kehutanan dan Unesa karena dengan KKN, membantu kami melestarikan wilayah Kota Batu,” ujarnya.
Dua hari sebelumnya, Divisi 2 Kostrad juga melakukan penanaman 12 ribu bibit pohon di kawasan Bukit Jengkoang. Reboisasi tersebut dihadiri langsung oleh Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad, Mayjen TNI Andi Muhammad bersama Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso.

Lemahnya Penegakan Perda

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved