Mahasiswa UNESA yang Magang Kini Jadi Relawan di Lumajang Akibat Erupsi Gunung Semeru
“Kami bantu warga dan masyarakat, kami harus jadi relawan, ini penting dan untuk kemanusiaan,” ujar Eka Syamratul
SURYAMALANG.COM|SURABAYA - Gunung Semeru mengalami erupsi pada Sabtu, 4 Desember 2021 lalu.
Kepulan awan hitam dan lahar panas menggelapkan langit di sekitar Kabupaten Lumajang dan Malang.
Beberapa perkampungan lereng gunung terendam lumpur dan memakan beberapa korban.
Disamping itu, para warga juga terpaksa diungsikan ke kawasan aman.
Saat erupsi itu terjadi, empat mahasiswa jurusan Bahasa dan Sastra Inggris Universitas Negeri Surabaya (UNESA) yang terdiri dari M Alwi Hussein, Eka Syamratul Fikriyah, Ajeng Tialin Natasya dan Putri Nurlailia sedang melaksanakan magang di Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro, Lumajang.
Kawasan Kecamatan Candipuro menjadi salah satu tempat yang terdampak terpaan abu vulkanik.
Namun, khusus di desa basecamp mereka dinilai tidak terlalu parah dan dapat dijadikan sebagai tempat pengungsian sementara bagi warga desa lainnya.
Eka Syamratul Fikriyah, menceritakan, sejak erupsi pertama terjadi, ia dan tiga temannya langsung mengalihkan program magangnya ke program relawan membantu proses evakuasi dan meringankan beban warga di tempat pengungsian.
Bahkan ia dan teman-temannya menjadikan basecamp magang sebagai posko bencana.
Sehari-hari mereka membantu petugas melakukan pendataan korban dan kerusakan di lapangan.
Selain itu, juga membantu dalam pendistribusian barang kebutuhan pokok warga di lokasi.
“Kami bantu warga dan masyarakat, kami harus jadi relawan, ini penting dan untuk kemanusiaan,” ujar Eka Syamratul kepada SURYA.co.id, Rabu (8/12/2021).
Ia juga mengatakan kondisi warga di Candipuro saat ini memprihatinkan. Dimana tangisan dan duka tak terhindarkan.
"Banyak warga yang kehilangan rumah bahkan anggota keluarganya ada yang tertimpa lumpur," terangnya.
Warga kembali ditakutkan, setelah terjadi erupsi susulan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/empat-mahasiswa-jurusan-bahasa-dan-sastra-inggris-universitas-negeri-surabaya.jpg)