Berita Batu Hari Ini
Kota Batu Memperketat Mobilitas Masyarakat Jelang Liburan Akhir Tahun
Jelang liburan akhir tahun, akan ada enam titik pos pelacakan di kawasan Kota Batu dan sekitarnya.
Penulis: Benni Indo | Editor: isy
Berita Batu Hari Ini
Reporter: Benni Indo
Editor: Irwan Sy (ISY)
SURYAMALANG.COM | BATU - Jelang liburan akhir tahun, akan ada enam titik pos pelacakan di kawasan Kota Batu dan sekitarnya.
Keenam titik itu adalah Pos Kandangan, Pos Kambal, Pos Garuda, Pos Baloga, Pos Pendem dan Pos Pelayanan yang ada di kawasan Alun-Alun Kota Batu.
Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso saat ditemui di Balaikota Among Tani.
Selain mendirikan pos, petugas kesehatan juga akan melakukan swab acak terhadap masyarakat.
Hal itu dilakukan untuk menekan potensi penularan di momen liburan akhir tahun.
“Swab acak akan kami lakukan di jalur masuk Kota Batu. Selain itu juga di terminal dan tempat wisata,” ujar Punjul, Jumat (10/12/2021).
Jalanan protokol di Kota Batu juga akan berlaku satu jalur.
Kebijakan tersebut bakal diterapkan di sepanjang Jalan Diponegoro, WR Supratman, Ahmad Yani, Dewi Sartika atau kawasan Pasar Besar Kota Batu.
Meskipun ada pengetatan, ada fasilitas publik yang diperbolehkan beroperasi.
Selama beroperasi, mereka diwajibkan menerapkan disiplin protokol kesehatan.
“Jika kami menemukan pelanggaran, kami akan langsung memberikan sanksi. Bentuk-bentuk sanksinya seperti teguran lisan atau tertulis, hingga penutupan sementara fasilitas publik itu,” imbuhnya.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Batu Imam Suryono menguraikan, ada petugas gabungan dari TNI/Polri, Dishub dan Satpol PP di enam pos tersebut.
Setidaknya akan ada 100 personil gabungan yang bertugas.
Petugas di pos akan secara ketat mencari informasi soal vaksinasi yang diterima masyarakat.
Bahkan, jika tidak membawa keterangan swab antigen atau PCR, petugas akan memeriksa di tempat.
“Akan kami cek di tempat meskipun sudah vaksin dosis kedua,” tagasnya.
Dinas Pariwisata juga telah memberitahukan kepada pengelola pariwisata agar tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Arief As Shiddiq mengaku sudah mensosialisasikannya ke Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).
Ia berharap masyarakat dan pelaku wisata tidak terbawa euforia pembatalan ppkm level 3.
“Jangan sampai ada gelombang ketiga karena kelengahan,” katanya.