Breaking News

Berita Batu Hari Ini

Pusat Distribusi dan Cold Storage Diyakini Bermanfaat untuk Warga Kelurahan Dadaprejo Batu

Pemkot Batu melaksanakan sosialisasi terkait rencana pembangunan pusat distribusi dan cold storage di Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo

Penulis: Benni Indo | Editor: isy
benni indo/suryamalang.com
Pemerintah Kota Batu melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu, melaksanakan sosialisasi terkait rencana pembangunan pusat distribusi dan cold storage di Kelurahan Dadaprejo, Junrejo Kota Batu, Selasa (21/12/2021) malam. 

Berita Batu Hari Ini
Reporter: Benni Indo
Editor: Irwan Sy (ISY)

SURYAMALANG.COM | BATU - Pemerintah Kota Batu melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu, melaksanakan sosialisasi terkait rencana pembangunan pusat distribusi dan cold storage di Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo Kota Batu, Selasa (21/12/2021) malam.

Sekitar 100 warga menghadiri sosialisasi tersebut.

Sosialisasi itu menjelaskan kepada masyarakat alasan Pemerintah Kota Batu memilih Kelurahan Dadaprejo sebagai lahan pusat distribusi dan cold storage tersebut.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Sugeng Pramono, mengatakan akan ada kesejahteraan bagi warga dan roda perekonomian yang lebih baik lagi jika ada bangunan cold storage.

“Karena ini merupakan pemerataan pembangunan dan penyerapan tenaga kerja,” ujarnya, Rabu (22/12/2021).

Pemkot Batu menegaskan bahwa tujuan utama pembangunan tersebut untuk pertumbuhan perekonomian yang dirasakan masyarakat setempat.

“Dengan adanya pusat distribusi dan cold storage ini, Kelurahan Dadaprejo menjadi zona ekonomi baru,” ungkapnya.

Diperkirakan pembangunan ini menelan anggaran sekitar Rp 16 miliar.

Sugeng mengatakan kapasitasnya bisa menampung 300 ton hasil pertanian.

Lahan yang akan dimanfaatkan luasnya berkisar 5000-6000 meter persegi dari luas keseluruhan 10,2 hektare.

Pengadaan cold storage ini juga sebagai strategi yang diyakini bisa mengantisipasi anjloknya harga sayur dan buah saat panen raya di Kota Batu.

Dengan pembangunan dua cold storage tersebut, diharapkan bisa menyimpan hasil produk pertanian petani ketika harga rendah akibat panen raya.

Selain itu juga untuk menyimpan hasil pertanian agar tidak mudah busuk.

Jika terealisasi, maka Pemkot Batu satu-satunya pemerintah daerah yang memiliki cold storage, serta diharapkan bisa membentuk zona perekonomian baru di Kelurahan Dadaprejo semacam eduwisata, sehingga bisa menyerap tenaga kerja yang menggerakkan perekonomian masyarakat setempat.

Apalagi komoditi hortikultura berupa sayur dan buah memiliki potensi ekspor cukup tinggi.

Dalam paparan sosialisasi tersebut menjawab pertanyaan warga Dadaprejo yang mempertanyakan dampak pembangunan cold storage bagi warga Dadaprejo.

Hal itu disampaikan oleh LMPK Dadaprejo, Iwan Prasetio.

"Intinya LPMK ini yang datang masyarakat sudah dapat sosialisasi dan hanya dengar dan pendapat. Nantinya dari hasil sosialisasi akan didiskusikan warga dan dibahas kembali bulan Januari mendatang," pungkasnya.

Rencana pembangunan cold storage oleh Pemkot Batu di Kelurahan Dadaprejo sempat dipertanyakan warga.

Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) mempertanyakan rencana pembangunan tersebut.

Mereka mengkritik Pemkot Batu, dalam hal ini Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan atas tidak adanya sosialisasi rencana pembangunan cold storage.

Keluhan itu disampaikan saat rapat dengar pendapat antara Pemkot Batu, Komisi B DPRD Batu dan LPMK Kelurahan Dadaprejo.

Iwan Prasetyo bersama belasan warga lainnya yang merupakan para ketua RT dan RW meminta Pemkot Batu bisa menjelaskan detail rencana pembangunan itu, terutama dampak yang akan dirasakan masyarakat atas hadirnya cold storage.

Masyarakat yang datang ke DPRD Batu membawa dokumen berjudul Penolakan Pembangunan Cold Storage.

Di dalamnya, terdapat poin-poin penolakan.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved