Kamis, 21 Mei 2026

Opini

Menyongsong Era Telemedicine, Pelayanan Kesehatan dalam Genggaman

Layanan kesehatan melalui telemedicine di saat pandemi seperti sekarang terlihat sangat menarik.Selain lebih terjangkau, layanan dinilai lebih aman

Tayang:
Editor: Dyan Rekohadi
Dok Lifepack
ILUSTRASI - 

Penulis : Ajeng Pintoharjanti, Praktisi kehumasan di bidang kesehatan

Perjuangan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di Indonesia memang harus diakui masih ‘berat’.

Tantangan dalam mengakses pelayanan kesehatan selalu ada, entah mulai dari soal kondisi fasilitas Kesehatan hingga masalah komunikasi layanan administrasi atau konsultasi dokter.

Belum selesai masalah tentang akses kesehatan dan pelayanannya, dunia diguncang dengan hadirnya Covid-19 yang kemudian menjadi pandemi di seluruh belahan bumi.

Indonesia pun tak luput dari serangan virus yang utamanya menyerang dan melumpuhkan sistem pernafasan manusia tersebut.

Tapi kondisi dan upaya mencegah penularan Covid-19 disadari atau tidak turut mendorong budaya baru dalam mengakses layanan Kesehatan.

Masyarakat Dipaksa keluar dari kebiasaan Ketika cara berobat konvensional jadi ribet dan mahal karena biaya-biaya tambahan untuk Prokes dan tes Covid-19.

Bagaiman jika kita benar-benar sakit yang cukup mengganggu dan membuat tidak nyaman namun tidak terjadi kegawat daruratan?

Salah satu cara yang  penulis coba ketika mengalami masalah kesehatan di masa pandemi adalah melakukan konsultasi dengan dokter melalui telemedecine.

Jika biasanya harus diperiksa langsung baru percaya, kini ‘terpaksa’ melakukan konsultasi online. 

Awalnya, mendengar cerita dari saudara dan teman  yang menggunakan aplikasi konsultasi online ketika mereka melakukan karantina mandiri karena terpapar Covid-19 dengan gejala ringan.

Dan terbukti efektif karena mereka bisa berkonsultasi dengan ahlinya, kapanpun, dari rumah dan  mendapat resep resmi. Sayapun mencoba dan membuktian sendiri.

Kita bisa pilih dokter spesialis yang sedang online dengan membaca ulasan dan ratingnya terlebih dahulu. harganya pun variatif dan cenderung lebih murah daripada ketika harus bertatap muka langsung.

Ketika terhubung, dokterpun menyakan hal-hal yang sangat detil dan prosedural. Bahkan meminta disertai foto agar diagnosanya lebih tepat.

Diakhir sesi konsultasi kita mendapatkan saran tindakan apa yang harus dilakukan (semisal tes laboratorium) dan mendapatkan salinan resep elektronik yang legal.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved