Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Sekolah di Malang Bersiap Tatap Muka 100 Persen, Dimulai 10 Januari 2022

Dalam SKB empat menteri ketika anak-anak sudah divaksin 80 persen dan manula lebih dari 50 persen dibolehkan tatap muka 100 persen.

Sekolah di Malang bersiap tatap muka 100 persen, agar pembelajaran bisa maksimal 

SURYAMALANG.COM|MALANG-Sekolah di Kota Malang bersiap menyambut tatap muka 100 persen jika mulai dilaksanakan pada 10 Januari 2022. Namun untuk itu sekolah masih menunggu surat edaran dari Walikota Malang Sutiaji sebagai Ketua Satgas Covid 19 Kota Malang. Serta surat edaran dari Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang. 

"Kami siap tatap muka 100 persen tapi masih menunggu surat resminya. Jika sudah ada, maka kami akan buat SOP-nya sejak anak mulai dari rumah," jelas Sumaji, Kepala SDN Penanggungan Kota Malang pada suryamalang.com, Senin (3/1/2022). Dengan tatap muka 100 persen, lanjutnya, maka pembelajaran juga maksimal.

"Dengan pembelajaran tatap muka terbatas terasa belum maksimal," kata dia. Ia yakin orangtua siswa juga mendukung jika ada tatap muka 100 persen. Sebab orangtua umumnya sibuk bekerja sehingga tidak bisa membantu anaknya dengan optimal.

Sementara itu, Kepala SMPN 4 Kota Malang, Pancayani Dinihari, menjelaskan jika ada kesepakatan di MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah) bahwa seluruh sekolah Kota Malang mulai 10 Januari 2021.

"Tapi arahan MKKS masuk bertahap. Untuk ini, nanti akan ada surat dari walikota dan kadis. Jadi sekarang disosialisasikan dulu," jelas Dini ketika ditemui di sekolahnya. Saat ini, siswa masih masuk 50 persen dengan model ganjil genap.

Dalam SKB empat menteri ketika anak-anak sudah divaksin 80 persen dan manula lebih dari 50 persen dibolehkan tatap muka 100 persen. Apalagi sudah berada di level 1.

"Guru-guru kami ya banyak ya manula. Tapi sudah divaksin semua. Anak-anak juga sudah 100 persen vaksinnya," kata dia. Untuk penyediaan sarpras juga sudah siap. Baik thermogun dan tempat cuci tangan. "Sarpras sudah mencukupi," kata dia. Di SKB empat menteri, maksimal ada 6 jam pelajaran. 

Dikatakan, hampir semua orangtua mendukung anaknya masuk sekolah. "Di 2022, anak wajib masuk karena sudah level 1. Kecuali sakit. Semester lalu memang siswanya masih ada yang ikut daring karena mengikuti tugas orangtuanya di Bali. Tapi ia sudah menyampaikan jika di semester genap ini  harus masuk luring. Dan siswa itu sudah masuk sekolah.

Siswa masuk sekolah kembali, lanjutnya, dipastikan juga suka. Sebab mereka akan mendapt uang jajan dari orangtua dan bertemu kawan-kawannya. Sedang Kepala SMAN 8 Anis Isrofin menjelaskan juga masih menunggu nota dinas dari Kepala Cabdin Dindik wilayah Kota Malang dan Kota Batu. 

"Kita kan berada di Kota Malang, jadi ya menunggu SE Satgas Covid 19 Kota Malang dan surat nota dinas Kepala Cabdin," jawab Anis. Saat ini sekolah masih memberlakukan 50 persen siswa yang masuk sekolah. "Kelas-kelas ya siap semua jika masuk 100 persen. Soal sarpras juga sudah siap karena sejak awal sudah ada. Tiap Sabtu, sekolah melaksanakan penyemprotan disinfektan,"jawabnya.

Selain itu, semua guru di SMAN 8 sudah divaksin semua sebagai upaya. Jika nanti masuk 100 persen, maka tetap menjalankan prokes. "Insyaallah, 100 persen orangtua menyetujui tatap muka 100 persen," paparnya.

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved