Breaking News:

Berita Surabaya Hari Ini

Pria Tendang Sesajen di Semeru, Gusdurian: Boleh Tak Setuju, Tapi Jangan Menyakiti dan Langgar Etika

Jaringan Gusdurian Jawa Timur menganggap pelaku pembuangan sesajen di Gunung Semeru Lumajang telah melanggar etika.

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: isy
YouTube/Harian Surya
Viral pria membuang sesajen di Gunung Semeru dengan cara menendang. 

Berita Surabaya Hari Ini
Reporter: Bobby Constantine Koloway
Editor: Irwan Sy (ISY)

SURYAMALANG.COM | SURABAYA - Jaringan Gusdurian meminta pelaku pembuangan sesajen di lokasi bencana Gunung Semeru memberikan klarifikasi.

Sebab, hal ini bisa berpotensi memunculkan gejolak di masyarakat yang berujung Islamophobia. 

Jaringan Gusdurian Jawa Timur menganggap pelaku telah melanggar etika.

"Yang jelas, itu kan ada etika yang dilanggar," kata Presidium Gusdurian Jatim, Yuska Harimurti kepada Surya.co.id, Senin (10/1/2022). 

"Seluruh agama mengajarkan bahwa hidup dengan norma. Di Indonesia, kita harus menerima fakta bahwa Indonesia negara beragam. Dan itu dilindungi konstitusi. Ada 6 agama yang diakui secara resmi dan ada mungkin ratusan keyakinan yang dilindungi Undang-Undang," kata Yuska. 

Pelanggaran etika ini bisa memunculkan polemik perpecahan antar masyarakat.

"Apa yang dilakukan oleh oknum di Semeru dengan melecehkan tradisi yang berabad-abad, tentu ini akan menyakiti keyakinan orang-orang yang menganggap ini sebagai kebenaran," katanya. 

Menurut Komunitas Pengagum Gus Dur ini, keyakinan oknum tertentu sebaiknya disampaikan dengan bijak. Tak boleh ada perusakan hingga mengakibatkan orang lain tersinggung. 

"Perbedaan di Indonesia tak bisa dihindari. Kalau dipaksakan di daerah yang mungkin penuh simbol seperti itu, pasti akan membuat orang marah," katanya. 

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved