Breaking News:

Penanganan Covid

UPDATE Kasus Covid-19 Omicron di Malang, Dinkes : 1 Perempuan di Kabupaten dan 1 Pria di Kota Malang

Kadinkes Jatim : satu orang berasal dari kota Malang, yaitu MA ( 40) laki-laki dan satu orang berasal dari kabupaten Malang, yaitu LI (29) perempuan

Penulis: sulvi sofiana | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Bobby Koloway
ILUSTRASI - Tenaga medis di Surabaya sedang memeriksa pasien 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) menyatakan adanya kasus Covid-19 Omicron di Malang.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Jatim, disebutkan pasien positif Covid-19 ada satu pria di kota Malang dan 1 perempuan di Kabupaten Malang.

Update, kasus Covid-19 Omicron, Pemprov Jatim kembali mendeteksi 7 pasien konfirmasi varian Omicron. 

Dengan demikian per hari Sabtu (15/1/2022) tercatat delapan kasus konfirmasi varian Omicron di Jawa Timur.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Dr dr Erwin Astha Triyono  SpPD KPTI mengatakan bahwa 7 pasien tersebut merupakan hasil pemeriksaan sampel Whole Genome Sequencing (WGS) dari 18 total sampel WGS yang dikirimkan ke Institute of Tropical Disease (ITD) Universitas Airlangga (Unair) yang hasilnya keluar pada tanggal 14 Januari 2022.

“Dari tujuh pasien terkonfirmasi terbaru, lima orang berasal dari Surabaya, antara lain TGO (4) laki-laki, FP (32) perempuan, AR (4) laki-laki, QIZ (2) perempuan, FI, (61) perempuan. "

"Kemudian satu orang berasal dari kota Malang, yaitu MA ( 40) laki-laki dan satu orang berasal dari kabupaten Malang, yaitu LI (29) perempuan," ungkap dokter Erwin.

Dari delapan pasien yang terkonfirmasi positif Omicron, tiga orang sudah dinyatakan sembuh berdasarkan dua kali hasil PCR negatif.

Saat ini tinggal 5 orang yang masih positif Omicron, dimana satu orang sedang menjalani perawatan di tempat isolasi terpusat (isoter) dan empat orang lainnya melakukan isolasi mandiri dengan telemedicine. 

"Seluruh pasien hanya mengalami gejala ringan atau tanpa gejala,"lanjutnya.

Terkait dengan temuan ini, dokter Erwin menghimbau masyarakat agar tetap waspada dan tidak melakukan perjalanan ke luar daerah jika tidak ada keperluan mendesak. 

Selain itu protokol kesehatan 6M harus dijalankan secara disiplin. 

Yang tidak kalah penting adalah percepatan vaksinasi dosis lengkap bagi seluruh masyarakat, vaksinasi pada anak usia 6-11 tahun, serta vaksinasi booster yang diprioritaskan bagi lansia dan masyarakat rentan.

“Penting sekali bagi kita untuk saling menjaga orang-orang  terdekat agar tidak tertular COVID-19, terlebih dengan adanya varian Omicron saat ini. Jadi saya tegaskan kembali agar tetap jalankan protokol kesehatan 6M secara disiplin dan lakukan vaksinasi dosis lengkap untuk melindungi diri dan kebaikan kita bersama,” tegasnya.

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved