Delapan Hal yang Ditawarkan Ibu Kota Baru Nusantara

Perkembangan terbaru, pemerintah memperkenalkan nama ibu kota negara baru dengan nama "Nusantara". Nama tersebut telah disetujui Presiden Joko Widodo.

Editor: rahadian bagus priambodo
(KOMPAS.com/Fitria Chusna Farisa)
Foto tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden: konsep desain ibu kota baru Nagara Rimba Nusa, pemenang sayembara Kementerian PUPR. 

SURYAMALANG.COM|JAKARTA - Pemerintah semakin serius untuk mematangkan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) yang akan dibangun di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Perkembangan terbaru, pemerintah memperkenalkan nama ibu kota negara baru dengan nama "Nusantara". Nama tersebut telah disetujui Presiden Joko Widodo.

Sementara itu, hal lainnya terkait pemindahan ibu kota negara juga terus disiapkan. Mulai dari penyusunan rancangan undang-undang, infrastruktur, dan lainnya.

Berikut sejumlah hal mengenai ibu kota baru Nusantara:

Delapan prinsip

Dilansir dari laman resmi IKN, ikn.go.id, ada delapan prinsip dari ibu kota negara:

1. Mendesain sesuai kondisi alam Lebih dari 75 persen kawasan hijau di kawasan pemerintahan IKN 100 persen penduduk dapat mengakses ruang terbuka hijau rekreasi dalam 10 menit 100 persen konstruksi ramah lingkungan untuk setiap bangunan bertingkat institusional, komersial, dan hunian.

2. Bhinneka Tunggal Ika 100 persen integrasi seluruh penduduk, baik lokal maupun pendatang 100 persen warga dapat mengakses layanan sosial atau masyarakat dalam 10 menit 100 persen tempat umum dirancang menggunakan akses universal, kearifan lokal, dan desain inklusif.

3. Terhubung, aktif, dan mudah diakses 80 persen perjalanan dengan transportasi umum atau mobilitas aktif 10 menit ke fasilitas penting dan simpul transportasi Kurang dari 50 menit koneksi transit ekspres dari kawasan inti pusat pemerintahan ke bandara strategis pada 2030.

4. Rendah emisi karbon Instalasi kapasitas energi terbarukan akan memenuhi 100 persen kebutuhan energi IKN 60 persen peningktan efisiensi energi dalam bangunan umum yang baru pada 2045 Net zero emissions di IKN pada 2045.

5. Sirkuler dan tangguh 10 persen dari lahan seluas kawasan pemerintahan IKN tersedia untuk kebutuhan produksi pangan 60 persen daur ulang semua timbulan sampah pada 2045 100 persen air limbah akan diolah melalui sistem pengolahan pada 2035.

6. Aman dan terjangkau 10 kota terbaik menurut Global Liveability Index pada 2045 Semua permukiman di kawasan pemerintahan IKN memiliki akses terhadap infrastruktur penting pada 2045 Perumahan yang adil dengan perbandingan 1:3:6 untuk jenis perumahan mewah, menengah, dan sederhana.

7. Kenyamanan dan efisiensi melalui teknologi Memperoleh peringkat very high dalam perangkat e-Gov Development Index oleh Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) 100 persen konektivitas digital dan TIK untuk semua penduduk dan bisnis Lebih dari 75 persen kepuasan bisnis dengan peringkat layanan digital.

8. Peluang ekonomi untuk semua 0 persen kemiskinan di IKN pada 2035 PDB per kapita negara berpendapatan tinggi Rasio Gini regional terendah di Indonsia pada 2045.

Visi Indonesia 2045

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved