Berita Batu Hari Ini
DIlema Pedagang Kota Batu setelah Penyeragaman Harga Minyak Goreng
Penyeragaman harga minyak goreng senilai Rp 14 ribu menimbulkan dilema oleh para pedagang di Kota Batu.
Penulis: Benni Indo | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, BATU - Penyeragaman harga minyak goreng senilai Rp 14 ribu menimbulkan dilema oleh para pedagang di Kota Batu.
Sri Murniyati, pedagang toko grosir di Jalan Dewi Sartika merasa senang harga minyak goreng terjangkau.
Namun di sisi lain dirinya bimbang karena ada stok minyak goreng yang dibeli dengan harga lama.
“Kalau naik terus saya diprotes pembeli. Cuma bingung juga menyikapinya, karena di satu sisi saya pasti rugi,” ujar Murniyati.
Dijelaskan Murniyati, kenaikan minyak goreng sejatinya telah dirasakan pedagang sejak September 2021.
Beberapa waktu lalu dirinya mendatangkan 230 karton. Per kartonnya berisi 12 botol kemasan 1 liter.
Murniati mengatakan, harga per karton minyak goreng yang dibelinya pada pekan lalu masih Rp 224 ribu.
Maka harga per botol kemasan 1 liter sekitar Rp 18 ribu. Sejak September 2021 hingga awal Januari ada kenaikan Rp 44 ribu per karton atau ada kenaikan hingga Rp 3600 per liter.
“Per kantornya saya cuma ambil keuntungan Rp 800. Beda kalau eceran bisa Rp 1500 sampai Rp 2000.” ujar dia.
Minat masyarakat pun sempat menurun ketika harga minyak naik. Pendapatannya pun menipis karena ia memperkecil nilai keuntungan.
“Dulu dapatnya di atas Rp 14 ribu, masa jualnya juga segitu,” imbuhnya.
Supervisor Indomaret Batu, Warsito Adi juga menceritakan kerugian seiring adanya aturan penyeragaman harga minyak goreng berbagai merk, baik jenis premium maupun biasa.
“Pasti ada kerugian. Cuma masyarakat diuntungkan dengan hal itu," katanya.
Ia mengatakan, kini stok minyak goreng di Indomaret seluruh Kota Batu ludes diserbu masyarakat pada Rabu (19/1/2022).
Di minimarket area Alun-alun Batu tempatnya bekerja, 8 karton berisi 6 kemasan isi 2 liter habis terjual saat itu juga.
Pihaknya membatasi setiap pembeli hanya dijatah 2 liter saja. Hal ini untuk mengantisipasi aksi borong atau panic buying oleh masyarakat.
“Khawatirnya diborong terus dijual lagi. Nggak tau lagi kalau habis beli di sini pindah ke sana. Soalnya saya amati kemarin ada pembeli yang sama bolak balik ke sini, cuma bajunya beda," ujar dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/tempat-penjualan-minyak-goreng-di-toko-modern-di-kota-batu.jpg)