Batu
SPPG di Kota Batu Wajib Gunakan Buah dan Sayur Hasil Petani Batu di Menu MBG
Instruksi Wali Kota Batu! Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Batu kini wajib pakai sayur dan buah asli dari kebun petani sendiri.
Penulis: Dya Ayu | Editor: Sarah Elnyora Rumaropen
Ringkasan Berita:
- Pemerintah Kota Batu melalui Wali Kota Nurochman dan Wakil Wali Kota Heli Suyanto mewajibkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menggunakan produk petani lokal dalam menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
- Langkah ini diambil untuk memberdayakan ekonomi kerakyatan sekaligus mempertahankan eksistensi apel sebagai ikon Kota Batu.
- Merespons instruksi tersebut, SPPG Syair Beji telah mengimplementasikannya dengan memasok buah apel, jeruk, hingga tempe khas Desa Beji.
SURYAMALANG.COM, BATU - Sebagai upaya memberdayakan petani lokal di Kota Batu, sekaligus mempertahankan ikon kota yakni buah apel, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Batu wajib menggunakan buah dan sayur hasil petani Batu dalam menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hal itu disampaikan Wali Kota Batu, Nurochman dan Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto.
Nurochman mengatakan, potensi buah dan sayur di Kota Batu sangat mumpuni untuk memenuhi program MBG.
Bahkan secara kualitas, buah-buahan dan sayuran hasil petani lokal tidak kalah baik dengan produksi petani daerah lainnya.
Baca juga: Anggaran MBG Melonjak Jadi Rp171 Triliun, KPK Temukan Celah Korupsi dan Risiko Konflik Kepentingan
“Harapan saya dan Mas Wawali SPPG menggunakan produk dari Kota Batu seperti buah, sayur, dan lainnya. Tujuannya supaya bisa menggerakkan perekonomian,” kata Nurochman, Jumat (17/4/2026).
Seperti diketahui, Kota Batu tidak hanya banyak petani apel, namun juga buah stroberi dan juga jeruk yang dapat dikonsumsi penerima manfaat MBG.
Selain itu, produksi sayur mayur juga tergolong sangat melipah.
Implementasi Produk Lokal di SPPG Syair Beji
Terkait dorongan dari kepala daerah ini, Kepala SPPG Syair Beji, Achmad Jalaludin mengatakan SPPG-nya telah melaksanakan instruksi Wali Kota sejak awal beroperasi.
“Kami sering menggunakan produk asli Kota Batu, mulai dari l apel, jeruk, hingga tempe yang merupakan produk olahannya" ujar Achmad Jalaludin.
"Kami pilih tempe sebagai produk olahannya karena di Desa Beji terkenal dengan produksi tempenya,” imbuhnya.
Baca juga: Sindir Kaus Kaki Rp100 Ribu dan Motor Listrik Rp1,39 T, Mahfud MD Dukung MBG Tapi Banyak yang Aneh
Tujuan menggunakan produk lokal ini lanjut Jalal, tak lain agar dapat menggerakkan roda perekonomian para petani maupun UMKM.
“Tujuan kami adanya SPPG ini bisa memberi dampak positif pada ekonomi masyarakat" imbuhnya.
"Tidak hanya produk saja, di tempat kami tenaga kerja didominasi warga lokal mencapai 85 persen dari 47 pekerja,” pungkasnya.
Ikuti saluran SURYA MALANG di >>>>> News.google.com
| Instruksi Wali Kota Batu Ubah Pola Tanam Petani ke Kopi dan Alpukat, Cegah Bencana Hulu Bumiaji |
|
|---|
| Soal Kabar Oknum DPRD Kota Batu Punya Kios di Pasar Induk Among Tani, Wakil Ketua II: Silahkan Dicek |
|
|---|
| Banjir Luapan di Bumiaji Dikaitkan dengan Wisata Baru di Kota Batu, Wali Kota Buka Suara |
|
|---|
| BREAKING NEWS: Rombongan Pendaki Terjebak Di Pendakian Gunung Buthak Kota Batu |
|
|---|
| Lelang Tiga Jabatan Pemkot Batu Belum Ada Pendaftar, Peluang Menjadi Kadinas Masih Terbuka |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/SPPG-di-Kota-Batu-Wajib-Gunakan-Buah-dan-Sayur-Hasil-Petani-Batu-di-Menu-MBG.jpg)