Penampakan Sapi Berkepala 2, Bermulut 2 dan Bermata 4, Kasus Langka yang Hebohkan Warga Sampai Antri

Penampakan sapi berkepala dua, bermulut dua dan bermata empat, kasus langka yang hebohkan warga sampai antri

Penulis: Sarah Elnyora | Editor: Adrianus Adhi
Tangkap layar Twitter @AJEnglish
Penampakan sapi berkepala dua, bermulut dua dan bermata empat membuat heboh warga India 

"Tingkat keberlangsungan hidup dalam kasus seperti ini hanya sekira 38 persen," ungkapnya.

Sarkar juga mengatakan, sulit untuk menyelamatkan anak sapi tersebut.

Terlebih saat hewan itu hanya memiliki satu tenggorokan dan dua telinga meski memiliki dua kepala, dua mulut, dan empat mata.

Mengutip TribunTrends.com 'Kasus Langka, Anak Sapi Baru Lahir Ini Gemparkan India, Punya 2 Kepala, 2 Mulut dan 4 Mata'.

Penampakan anak sapi baru lahir yang memiliki 2 kepala
Penampakan anak sapi baru lahir yang memiliki 2 kepala (Tangkap layar Twitter @AJEnglish)

Kasus serupa ternyata pernah terjadi di Kabupaten Dejiang, Provinsi Guizhou di China tenggara.

Sapi di negara tersebut lahir dengan dua kepala, dua telinga, dua mulut, dan empat mata.

Kemudian pada hewan lain juga dialami seekor kura-kura berkepala dua di New England Wildlife Center, Massachusetts.

Meski hanya memiliki satu tubuh, kura-kura terrapin punggung berlian (Malaclemys terrapin) tersebut dalam kondisi sehat dan aktif.

"Hewan dengan kondisi langka ini tak selalu bertahan lama atau hidup dengan kualitas yang baik. Tetapi kura-kura ini memberi kami alasan untuk optimis," tulis Pusat Margasatwa dalam akun media sosial mereka.

Mengutip Live Sciece, Sabtu (16/10/2021) faktor genetik atau lingkungan yang memengaruhi embrio saat berkembang dapat menyebaban kondisi yang dikenal sebagai bicephaly atau memiliki dua kepala.

Hewan hidup dengan bicephaly sangat langka, karena banyak yang tak bertahan hidup.

Beberapa contoh lain hewan dengan bicephaly adalah ular beludak berkepala dua yang ditemukan di Virginia.

Ada lagu rusa berkepala dua yang ditemukan di Minnesota, serta lumba-lumba berkepala dua yang dibawa keluar dari Laut Utara.

Lebih lanjut, kura-kura sendiri menetas di tempat yang dilindungi.

Pusat satwa liar telah merawat mereka selama lebih dari dua minggu.

Halaman
123
Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved