Berita Malang Hari Ini
Klenteng Eng An Kiong Kota Malang Tak Bagikan Lontong Cap Gomeh Demi Cegah Kerumuman
Sejak pandemi Covid-19, Klenteng Eng An Kiong di Jl RE Martadinata Kota Malang sudah tidak ada lagi pembagian lontong Cap Gomeh dalam rangkaian Imlek
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM, MALANG - Sejak pandemi Covid-19, Klenteng Eng An Kiong di Jl RE Martadinata Kota Malang sudah tidak ada lagi pembagian lontong Cap Gomeh dalam rangkaian perayaan Imlek.
Namun dari pengelola tetap membuat namun hanya untuk umat yang ibadah di sana.
"Kami hanya buat puluhan saja. Kalau dua tahun lalu sebelum pandemi bisa menyiapkan sampai 4000 an piring," jelas Rudi Phan dari yayasan klenteng pada SURYAMALANG.COM, Selasa (15/2/2022).
Dari pengelola sudah memasang pengumuman yang ditempel di pohon yang menjelaskan tidak ada pembagian lontong cap gomeh dan pertunjukkan barangsai.
Pengumuman itu dirasa bisa dipahami masyarakat.
"Kami memang meniadakan semua acara. Hanya umat saja yang datang."
"Ada kegiatan doa tapi hanya beberapa puluh, yaitu hanya 30 an," kata Rudi.
Dikatakan, sajian lontong cap gomeh biasanya dihadirkan saat akhir Imlek.
"Disajikan lontong cap gomeh itu sebagai sarana silahturahmi. Sama seperti Lebaran di agama Islam ada kupatan," jelasnya.
Makanan adaptasi peranakan Tionghoa dengan Jawa ini biasanya berisi lontong, sayur lodeh, opor ayam, telur, sambal goreng hati dan bubuk koya.
Suasana sekitar klenteng juga tidak terlalu ramai namun ada umat yang datang untuk sembahyang.