Intip Wujud Keranda dan Kain Kafan yang Disimpan Dorce Gamalama 6 Tahun Lalu, Tangis Anak Tersorot
Inilah penampakan kain kafan dan keranda yang sudah disiapkan Dorce Gamalama sebelum meninggal dunia.
Penulis: Ratih Fardiyah | Editor: Adrianus Adhi
Sayangnya, keinginan itu tak bisa diwujudkan.
Dorce Gamalama yang meninggal dunia saat terinfeksi Covid-19 itu dimakamkan di TPU Bantar Jati, Setu, Jakarta Timur.
Almarhum dikuburkan satu liang lahat dengan keponakannya.
Wasiat lain yang juga tak bisa dipenuhi adalah keinginan Dorce Gamalama diperlakukan sebagai perempuan di akhir hayatnya.
Ia sempat meminta agar dimandikan, disalatkan, dan dikuburkan sebagai perempuan.
Namun, keluarga memutuskan untuk menguburkannya sebagai laki-laki.
Nama yang tertulis di nisannya pun adalah nama lahir Dorce Gamalama, Dedi Yuliardi Ashadi bin Ahmad Ketjepet.
Imam masjid, Ustaz Anan, saat menyolatkan almarhum berada sejajar dengan kepala jenazah.
Artinya Dorce Gamalama dimakamkan sebagai laki-laki.
Kepergian Dorce Gamalama membuat histeris anak angkatnya, Siti Fatimah Tuzzahra.
Dilansir dari Warta Kota Fatimah tampak sangat terpukul kehilangan Ibundanya.
Saat peti mati dimasukkan ke liang lahat, Fatimah langsung berteriak menangis histeris.
"Mama...Maaf ma," ujar Fatimah pilu.
Hingga seluruh keluarga menaburkan bunga, tangisan Fatimah masih merongrong.
"Mamah...," ucapnya lirih.
Di sisi kiri makam sang Ibu, ia memegang tanah kuburan sembari menaburkan kembang.