Minggu, 12 April 2026

Berita Kediri Hari Ini

Perajin Tahu Kuning Kediri Pilih Libur dari Aktivitas Produksi

Perajin Tahu Kuning GTT Kabupaten Kediri memilih liburkan aktivitas produksi saat terjadi kenaikan harga kedelai dan penutupan wisata.

Penulis: Farid Farid | Editor: isy
farid mukarrom/suryamalang.com
Suasana sepi tidak ada aktivitas produksi tahu kuning di Rumah Produksi GTT Tahu Kuning oleh-oleh Khas Kabupaten Kediri di Desa Toyoresmi, Kecamatan Ngasem, Rabu (23/2/2022). 

Berita Kediri Hari Ini

SURYAMALANG.COM | KEDIRI - Perajin Tahu Kuning GTT Kabupaten Kediri memilih liburkan aktivitas produksi saat terjadi kenaikan harga kedelai dan penutupan wisata.

Seperti yang diketahui sebelumnya jika harga Kedelai mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir.

Alhasil banyak produsen tahu yang memilih untuk menghentikan aktivitas produksi.

Tak terkecuali yang dilakukan oleh Gatot Siswanto pemilik oleh-oleh Tahu Kuning GTT Khas Kabupaten Kediri.

Pada hari Rabu (23/2/2022) Gatot meminta kepada pegawainya untuk tidak melakukan aktivitas produksi.

Ia memilih untuk menghentikan aktivitas produksi sambil membersihkan alat untuk pembuatan tahu kuning.

Selain karena tingginya harga kedelai, Gatot memilih menghentikan aktivitas produksi karena imbas menurunnya penjualan tahu kuning, akibat tempat wisata ditutup Pemkab Kediri.

Bahkan menurut Gatot penjualan tahunya dalam beberapa Minggu terakhir mengalami penurunan hingga 50 persen, sehingga ia ingin menghindari kerugian yang lebih besar.

"Sementara produksi libur karena pasar lesu dan bahan baku naik. Dari pada kita buang - buang tenaga karyawan dan barang yang tak laku dijual, kita libur selama dua hari," ujarnya Rabu (23/2/2022).

Gatot membantah jika penghentian aktivitas produksi karena ikuti mogok masal pengerajin tahu di beberapa wilayah di Indonesia.

"Kebetulan kita hentikan produksi karena bahan baku naik. Pasarnya lesu kenak PPKM karena kita didominasi oleh pasar wisata," ungkapnya.

Saat ini menurut Gatot harga kedelai sudah mencapai Rp 11.500, di mana tiga hari lalu masih berkisar Rp 11.200.

"Harga HET di kita 10 ribu itungan kemarin sudah mahal dan itu sudah dinaikkan harga tahunya. Kalau sekarang dinaikkan lagi, kita akan mengalami kerugian," tutur Gatot.

Dalam sehari, lanjut Gatot jika ia bisa memproduksi hingga 4 kuintal kilogram kedelai.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved