Berita Malang Hari Ini

FAKTA BARU Pembunuhan Mahasiswa Kedokteran UB Malang: Motif Asmara, Jenazah Sempat Disimpan Semalam

Berikut fakta baru pembunuhan mahasiswa kedokteran UB yang masih menjadi sorotan hingga saat ini

Penulis: Ratih Fardiyah | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Luhur Pambudi/Instagram
Ziath Ibrahim Bal Biyd (kanan) berdalih tega membunuh Bagus Prasetya Lazuardi (kiri) 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Berikut fakta baru pembunuhan mahasiswa kedokteran UB yang masih menjadi sorotan hingga saat ini

Hingga kini, Ziath Ibrahim Bal Biyd alias ZI yang merupakan ayah tiri TS kekasih dari korban Bagus Prasetya Lazuardi diduga menjadi pelaku tugal.

Setelah beberapa hari penyelidikan, diketahui informasi tentang motif asmara yang membuat ZI tega membunuh Bagus Prasetya Lazuardi.

Dari rangkuman yang dihimpun SURYAMALANG.COM, setidaknya terdapat fakta baru atas kasus pembunuhan mahasiswa kedokteran UB itu. 

1. Sebelum Dibuang Jenazah Mahasiswa FK UB Sempat Disimpan Semalam di Mobil

Mayat mahasiswa kedokteran kampus terkemuka di Malang, Bagus Prasetya Lazuardi (25) korban pembunuhan, sempat disimpan di dalam mobil, sebelum dibuang di lahan kosong, Dusun Krajan, Purwodadi, Pasuruan. 

Berdasarkan catatan hasil penyidikan kepolisian. Tersangka sempat menyimpan jenazah korban di bagian tersembunyi dalam mobil Toyota Kijang Innova bernopol N-1966-IG, milik korban. 

Itu dilakukan tersangka pascapelaku membunuh korban sekitar pukul 22.00 WIB, Kamis (7/4/2022). 

Korban tewas seketika, setelah dibekap bagian kepalanya menggunakan kantung kresek oleh tersangka. 

Kemudian, menindih dada korban memanfaatkan berat badan tersangka menggunakan lutut, di atas tempat duduk atau jok mobil. 

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Lintar Mahardono mengatakan, korban sempat diintimidasi menggunakan pistol mainan berwarna hitam.

Tak hanya itu, tersangka juga berupaya mencecar korban dengan menuduh melakukan pelecehan seksual terhadap anak tirinya, melalui percakapan via aplikasi.

"Eksekusi di Malang. Di pinggir jalan. Sendirian. Pertama diajak keluar untuk nongkrong, lalu mencari tempat, lalu dieksekusi. Korban, di samping kiri. Tersangka nyetir," ujarnya di Mapolda Jatim, Senin (18/4/2022). 

Setelah korban dipastikan tidak bergerak atau tewas. Ternyata, pelaku tidak lantas membawanya ke Kabupaten Pasuruan untuk membuang jenazah korban. 

Melainkan, menyimpan jenazah di dalam mobil. Kemudian, memarkirkan mobil itu di area parkir sebuah ruko di kawasan Jalan Sunandar Priyo Sudarmo No 31F, Blimbing, Kota Malang

Pada Jumat (8/4/2022) dini hari, tersangka menitipkan kunci mobil tersebut ke rumah seorang temannya, yang berinisial YP. Lalu, pulang ke rumahnya, dengan menyewa jasa antar ojek online (Ojol). 

Kemudian, pada pagi harinya. Tersangka berupaya kembali mengambil kunci mobil dari kediaman temannya untuk berniat mencari tempat yang aman untuk membuang jenazah. 

Setelah berkeliling mencari area tempat yang dirasa pas atau minim jangkauan masyarakat, yakni di lahan kosong, Dusun Krajan, Purwodadi, Pasuruan. 

Di situlah tersangka membuang jenazah dengan menutup bagian tubuh korban menggunakan tumpukan rumput liar. 

"Dia milih semak semak itu secara asal. Dia sempat memutar-mutar ke daerah lain untuk mencari tempat pembuangan. Eksekusi jam 22.00, dibuang jam 7-8 pagi, iya tanggal 8," terangnya. 

2. Peras dan Kuras Harta Korban

Tersangka pembunuhan mahasiswa kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB) Malang, Bagus Prasetya Lazuardi (BPL), Ziath Ibrahim Bal Biyd alias ZI (38) bisa dikatakan begitu licik dan dingin.

Selain melakukan pembunuhan korban BPL karena motif asmara, ternyata alasan lain membunuh mahasiswa kedokteran UB Malang itu adalah menguras harta korban.

Wakil Direktur Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Ronald Ardiyanto Purba mengatakan, tersangka ZI kerap memeras korban BPL yang merupakan pacar anak tirinya, TS.

Korban kerap kali dimintai uang oleh tersangka

Catatan hasil penyelidikan terhadap tersangka.

Sebelum mengeksekusi korban, pelaku sempat memeras seluruh uang yang berada dalam kartu ATM korban, melalui layanan aplikasi M-Banking. 

"Kemudian korban sering dimintai uang oleh tersangka. Dan yang terakhir, dari rekening M Banking-nya, dipindahkan ke rekening tersangka," katanya di Gedung Humas Mapolda Jatim, Senin (18/4/2022). 

Sementara itu, Kasubdit III Jatanras Direskrimum Polda Jatim AKBP Lintar Mahardono mengungkapkan, tersangka menguras hampir semua uang di dalam ATM korban, senilai Rp3,4 juta. 

"Rp3,4 juta, melalui M-banking dari bank (swasta). Enggak pernah cekcok. Karena dia cemburu dan menaruh hati dengan anak tirinya, dan juga kesusahan ekonomi, sehingga dia nekat," ujar Lintar.

Mantan Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim itu, juga menambahkan, tersangka juga sempat berupaya untuk menjual mobil Toyota Kijang Innova bernopol N-1966-IG, milik korban ke seorang kenalannya. 

Tersangka berupaya menjual mobil tanpa surat-surat keabsahan penyerta; STNK, BPKB, bahkan plat nopol, hasil kejahatannya itu, dari mulut ke mulut. 

"Mencoba mencari pembeli. (Kesulitan mencari pembeli) iya," pungkas Lintar. 

3. Kisah Cinta Segitiga Rumit di Balik Pembunuhan Mahasiswa UB

Ada cinta segitiga rumit di balik pembunuhan mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Brawijaya (UB), Bagus Prasetya Lazuardi.

Bagus tewas akibat dibunuh oleh pelaku berinisial ZI.

ZI merupakan ayah tiri dari kekasih Bagus berinisial TS.

Rekan keluarga tersangka berinisial P mengatakan korban dan TS sering mengunggah momen bahagia di media sosial.

Diduga unggahan ini yang membuat ZI cemburu.

"Hubungan TS dan korban baik-baik saja. Saya mengikuti media sosialnya, dan terlihat baik-baik saja," ujar P kepada SURYAMALANG.COM, Senin (18/4/2022).

Menurutnya, hubungan TS dengan pria tidak pernah berjalan mulus.

TS sempat cerita bahwa ada masalah dengan pacar sebelumnya.

"Entah karena tidak disetujui keluarganya atau ada masalah lain," terangnya.

4. Pelaku Pembunuhan Berniat Nikahi TS Anak Tirinya

Motif asmara di balik pembunuhan mahasiswa kedokteran UNiversita Brawijaya (FK UB) akhirnya terbuka lebar.

Terduga pelaku utama, Ziath Ibrahim Bal Biyd alias ZI (38) nekat membunuh Bagus Prasetya Lazuardi , mahasiswa kedokteran UB Malang karena mencintai pacar korban yang tak lain adalah anak tirinya.

Bahkan ZI diketahui berencana untuk menikahi anak tirinya yang merupakan pacar korban .

Berdasarkan keterangan hasil pemeriksaan oleh kepolisian terhadap tersangka, diketahui  tersangka memilik perasaan suka atau kasmaran terhadap TS, anak tirinya sendiri. 

Temuan informasi tersebut, disampaikan oleh salah seorang saksi yang sudah diperiksa oleh penyidik Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim. 

Perasaan suka dan sayang itu telah muncul sejak kurun waktu 3-4 tahun lalu.

Namun, tersangka baru mengungkapkan informasi tersebut ke pada temannya itu, sekitar empat bulan lalu. 

"Iya (suka anak tirinya). Dia menyampaikan kepada salah seorang saksi, sekitar 3-4 bulan," ujar Kasubdit III Jatanras Direskrimum Polda Jatim AKBP Lintar Mahardono, di Mapolda Jatim, Senin (18/4/2022). 

Bahkan, saking kuatnya perasaan tersebut. Tersangka sempat memiliki keinginan untuk menikahi TS, anak tirinya sendiri. 

Namun, lanjut Lintar, keinginan tersangka itu sempat diurungkan setelah mendapat teguran dari temannya, atau dalam konteks penyidikan kasus ini, sebagai saksi. 

"Ada keinginan menikahi putrinya sendiri. Tapi sama saksi dilarang," ungkap mantan Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim itu. 

Meskipun tersangka memiliki perasaan suka terhadap anak tirinya itu. 

Ternyata, hal itu sama sekali tidak diketahui oleh sang anak tiri atau TS.

TS nyatanya tidak memiliki perasaan yang sama, seperti yang dirasakan tersangka. 

"(Perilaku senonoh tersangka ke TS) Enggak ada. (Sebatas suka dan nge-fans) iya. (Anak tiri mencintai juga) enggak," pungkasnya. 

(David Yohanes/Luhur Pambudi/Kukuh Kurniawan/Suryamalang.com)

Ikuti artikel lainnya terkait pembunuhan dan pembunuhan mahasiswa UB

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved