Ramadan 2022

Doa Itikaf pada 10 Hari Terakhir Bulan Ramadan: Niat dan 9 Hal yang Dapat Membatalkannya

Bacaan doa itikaf pada 10 hari terakhir bulan Ramadan: niat, rukun dan 9 hal yang dapat membatalkannya

Penulis: Sarah Elnyora | Editor: Adrianus Adhi
Canva.com
Ilustrasi, doa Itikaf yang dianjurkan untuk dilakukan pada 10 hari terakhir bulan Ramadan 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Berikut adalah doa Itikaf yang dianjurkan untuk dilakukan pada 10 hari terakhir bulan Ramadan

Sederet bacaan doa Itikaf di bawah ini juga termasuk niat dan sembilan hal yang dapat membatalkan Itikaf.

Dikutip dari kemenag.go.id, Itikaf adalah berdiam di masjid dalam rangka beribadah kepada Allah SWT.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Itikaf merupakan berdiam diri beberapa waktu di dalam masjid sebagai suatu ibadah dengan syarat-syarat tertentu (sambil menjuahkan pikiran dari keduniaan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan).

Tidaklah seseorang keluar dari masjid, kecuali untuk memenuhi hajatnya sebagai manusia.

I’tikaf memiliki kekhususan tempat dan aktivitas yaitu masjid dengan aktivitas ibadah mendekatkan diri kepada Allah dengan berdzikir, berdo’a, membaca Al-Quran, shalat sunnah, bershalawat, bertaubat, beristigfar, dan lainnya.

Sedangkan niat Itikaf sendiri dibagi menjadi tiga macam yakni Itikaf mutlak, Itikaf terikat waktu tanpa terus-menerus dan Itikaf terikat waktu dan terus-menerus.

1. Itikaf mutlak walaupun lama waktunya cukuplah berniat sebagai berikut:

نَوَيْتُ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ للهِ تَعَالَى

Artinya, “Aku berniat i’tikaf di masjid ini karena Allah.”

Halaman
1234
Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved