Berita Malang Hari Ini
Setelah Operasi, Pria Berbobot 275 Kg Jalani Program Rehabilitasi Medik di RSSA Kota Malang
Dwi Ariesta Wardhana (38) akan menjalani program rehabilitasi medik dengan pengawasan oleh tim medis dari RS Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang.
Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, MALANG - Dwi Ariesta Wardhana (38) akan menjalani program rehabilitasi medik dengan pengawasan oleh tim medis dari RS Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang.
Pria berbobot 275 kilogram (Kg) itu baru saja menjalani operasi pemasangan pen patah tulang.
Staf medis Bagian Orthopedi dan Traumatologi RSSA Malang, dr Agung Riyanto Budi Santoso, Sp. OT (K) mengatakan pihaknya koordinasi dengan bagian rehabilitasi medik.
Selama menjalani rehabilitasi medik tersebut, pasien akan diajarkan aktivitas fisik ringan.
"Kami latih pasien cara nafas yang benar dan cara menggerakkan kaki dan tangan. Kami akan latih sampai pasien sembuh dan bisa melakukannya secara mandiri di rumah," kata Agung kepada SURYAMALANG.COM, Kamis (19/5/2022).
Agung menambahkan pihaknya juga koordinasi dengan dokter spesialis penyakit dalam dan instalasi gizi selama Dwi menjalani rehabilitasi medik.
"Selain memiliki berat badan berlebih, pasien juga terindikasi memiliki diabetes. Kami koordinasi dengan dokter spesialis penyakit dalam dan instalasi gizi agar rehabilitasi medik dapat berjalan dan pasien dapat segera pulih," terangny.
Sebelumnya, akibat tali sling lift di rumahnya putus, pria di Kota Malang yang memiliki berat badan seberat 275 kilogram alami patah tulang.
Dari informasi yang didapat TribunJatim.com, kejadian itu terjadi di Perumahan Puri Kartika Asri Blok Q, Kelurahan Arjowinangun, Kecamatan Kedungkandang Kota Malang pada Sabtu (7/5/2022) sekitar pukul 09.00 WIB.
Dari informasi yang dihimpun, korban bernama Dwi Ariesta Wardhana (38). Dan sehari-harinya, korban bekerja sebagai wiraswasta.
Diketahui, korban kala itu hendak turun dari lantai dua rumahnya dengan menggunakan lift barang yang di modifikasi. Karena badan korban begitu besar dan berat, naik turun antar lantai rumah harus menggunakan lift.
Di saat turun itulah, tiba-tiba tali sling atau kawat penghubung mesin dan lift yang dinaiki korban terputus dan jatuh dari ketinggian sekitar tiga meter.
Dengan mengerahkan 12 orang, korban berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami patah tulang terbuka dan patah tulang tertutup.
Bagian tubuh yang mengalami patah tulang terbuka, adalah bagian engkel kaki kiri. Sedangkan, bagian yang mengalami patah tulang tertutup adalah bagian engkel kaki kanan, lutut kanan, serta sendi pada bagian telapak kaki kanan.