Berita Malang Hari Ini
Profil Norayani Kolektor Tenun dan Ulos, Berawal Dari Suka Belanja dan Jalan-Jalan
Norayani dikenal sebagai kolektor tenun dan ulos serta perajin aksesoris serta desainer busana dari bahan yang dikoleksinya.
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Zainuddin
"NTT itu ada 21 kabupaten dan 1 kota. Motifnya beda-beda. Saya sampai hafal," ujarnya.
Karena suka tenun, ia juga belajar literasi agar paham.
Untuk perawatan tenunnya, di tempatnya juga diberi silica gel. Juga diangin-anginkan misalkan habis dipakai. Tidak disarankan dicuci di mesin cuci.
Handmade, Terbatas
Norayani juga membuat aksesoris kalung, bros dlla. Ia membuat handmade.
"Saya bikin liontin sesuai pesenan dan merangkai sesuai desain. Mungkin bikin liontin dua, tapi rangkaian kalung nya beda. Jadi limited beneran," jelas Nora.
Untuk rangkaian kalungnya dari tembaga, mutiara, perak, batu dll. Liontinnya dari perak, kadang dari batu.
"Untuk batu-batunya tak hanya dari Malang. Ada juga yang dari luar negeri. Kadang saya pas di Maroko, Turki, kadang dari Kalimantan saya beli. Begitu juga liontinya," katanya.
Kadang ke kalimantan.
"Setiap pergi ke mana, jika ada potensi rangkaian kalung, saya beli," ceritanya.
Untuk kalung dan bros bisa dibuat antara 10-20. Harga jual bros mulai Rp 50.000-Rp 100.000.
Sedang harga kalung mulai Rp 200 ribu ke atas karena tergantung bahannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/norayani-dan-koleksi-kain-tenunnya-ia-juga-membuat-busana-dan-aksesoris.jpg)