Berita Tulungagung

Peternak Sapi di Tulungagung Menangis, Wabah PMK Mengganas Banyak Sapi Perah Mati

Peternak sapi menangis, Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di wilayah Desa Penjor, Kecamatan Pagerwojo, kabupaten Tulungagung mengganas

Seekor sapi perah milik warga Desa Penjor, Kecamatan Pagerwojo mati karena serangan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang mengganas di wilayah Desa Penjor, Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung. 

SURYAMALANG.COM|TULUNGAGUNG - Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) mengganas di wilayah Desa Penjor, Kecamatan Pagerwojo, kabupaten Tulungagung.

Banyak sapi perah yang meninggal karena serangan virus ini.

Kejadian ini bukan hanya membuat para peternak berduka, namun banyak di antara mereka yang terlilit utang Kredit Usaha Rakyat (KUR).

"Banyak sapi yang dibeli dari pinjaman dana KUR. Tapi sekarang sapinya mati," ucap seorang peternak yang dipanggil Ino.

Ino mengungkapkan, matinya sapi perah dari dana KUR ini menjadi beban tersendiri.

Sebab alat produksi peternak sudah mati, sementara mereka masih harus mengembalikan utang.

Kondisi ini yang membuat banyak peternak dirundung duka.

"Sekarang ininya tangisan dari ibu-ibu peternak yang sapinya mati. Di warung kopi pun saya tidak berani bicara soal sapi, karena sudah terlalu sensitif," ujar Oni.

Saat ditanya jumlah sapi peternak yang mati, Oni menyebut sangat banyak.

Bahkan angka ini jauh lebih banyak dibanding jumlah yang dilaporkan secara resmi.

Banyak sapi yang mati dikuburkan tidak jauh dari kandangnya.

"Kami sering gotong royong menyeret sapi yang mati ke kuburnya. Karena ukurannya besar, tidak kuat kalau hanya beberapa orang saja," tuturnya,

Sebagian peternak menjual sapi ke pedagang saat sudah terkapar terserang PMK.

Harga jualnya pun jatuh, jika saat sehat seharga Rp 30 juta, namun saat kena PMK dan sudah jatuh harganya tinggal Rp 2.000.000.

Halaman
123
Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved