Travelling

Tradisi Tumpeng Sewu, Selamatan Desa Santap Kuliner Pecel Pitik Khas Banyuwangi

Warga menggelar tradisi Tumpeng Sewu di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, Minggu (3/7/2022).

Penulis: Haorrahman | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Haorrahman
Warga menggelar tradisi Tumpeng Sewu di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, Minggu (3/7/2022). 

Di hadapannya tersedia tumpeng yang ditutup daun pisang.

Dilengkapi lauk khas warga Kemiren, pecel pithik dan sayur lalapan sebagai pelengkapnya.

Sesepuh Desa Kemiren, Suhaimi mengatakan Tumpeng Sewu merupakan tradisi adat warga Using pada awal Zulhijjah.

"Kami terus lestarikan adat dan tradisi budaya ratusan tahun lalu. Semoga dengan kegiatan ini warga Kemiren dijauhkan mara bahaya," kata Suhaimi kepada SURYAMALANG.COM

Sebelum makan Tumpeng Sewu, warga berdoa agar desanya jauh dari segala bencana dan sumber penyakit.

Sebab, ritual Tumpeng Sewu diyakini merupakan selamatan tolak bala. 

"Setiap rumah warga Using di Kemiren mengeluarkan minimal satu tumpeng yang diletakkan di depan rumahnya. Siapapun bisa makan dan tentunya gratis," terangnya. 

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, MY Bramuda mengatakan tradisi telah menjadi atraksi yang menarik bagi wisatawan.

"Pemerintah terus konsisten mengangkat tradisi ini dalam sebuah festival. Selain sebagai upaya melestarikan tradisi leluhur juga diharapkan mampu menjadi sebuah atraksi yang mampu menarik wisatawan," kata Bramuda.

DIharap tradisi ini mampu menggeliatkan perkonomian daerah. 

"Kekhasan semacam ini banyak diminati wisatawan. Ditambah lagi keramahtamahan warga Kemiren, tradisi ini akhirnya menjadi salah satu favorit bagi wisatawan," katanya.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved