Mengenal Lesi Otak Penyakit Ruben Onsu Berupa Bintik Hitam Penghisap Banyak Darah, Bisa Sembuh?
Mengenal Lesi Otak penyakit Ruben Onsu berupa bintik hitam penghisap banyak darah, sisa sembuh?
Penulis: Sarah Elnyora | Editor: Eko Darmoko
Arteri tidak sekuat arteri normal.
Vena sering membesar karena aliran darah yang konstan langsung dari arteri melalui fistula ke vena.
Pembuluh yang rapuh ini bisa pecah, membocorkan darah ke otak.
Selain itu, jaringan otak mungkin tidak menerima cukup darah untuk berfungsi dengan baik.
Kerusakan otak dapat menyebabkan kejang sebagai gejala pertama AVM.
3. Infark serebral
Infark mengacu pada kematian jaringan.
Infark serebral, atau stroke, adalah Lesi Otak di mana sekelompok sel otak mati ketika mereka tidak mendapatkan cukup darah.
4. Cerebral palsy
Jenis Lesi Otak ini terjadi ketika bayi masih dalam kandungan ibu.
Cerebral palsy tidak berkembang seiring waktu.
Lesi otak mempengaruhi kemampuan anak untuk bergerak, yang juga dapat membuat komunikasi dan keterampilan terkait menjadi sulit.
Namun, banyak anak dengan cerebral palsy memiliki fungsi intelektual yang normal.
5. Multiple sclerosis (MS)
Dengan kondisi ini, sistem kekebalan menyerang dan merusak lapisan saraf (myelin) di otak dan sumsum tulang belakang.