Senin, 13 April 2026

Berita Malang Hari Ini

Pemkab akan Wujudkan Swasembada Gula di Kabupaten Malang

Wilayah Desa Ganjaran, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, menjadi lahan percontohan metode Demonstration Plot (Demplot) Program Makmur

Penulis: Mohammad Erwin | Editor: rahadian bagus priambodo
SURYA/PURWANTO
Petani Desa Ganjaran, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang menanam bibit tebu di lahan tebu mitra PG Krebet Baru Malang, Kamis (28/7/2022). Holding Pangan ID FOOD bersama Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC) melalui PT Petrokimia Gresik dan PT PG Rajawali I bersinergi melakukan perbaikan hulu pangan. Kegiatan panen dan tanam tebu melalui program Petani Makmur di lahan percontohan Demonstration Plot (DEMPLOT) untuk mendukung peningkatan produktivitas Petani Tebu. Melalui lahan percontohan metode Demplot berhasil memproduksi tebu sebanyak 160 - 165 ton/ha. SURYA/PURWANTO 

SURYAMALANG.COM|MALANG - Pemerintah Kabupaten Malang akan menggenjot produksi gula di wilayahnya.

Wilayah Desa Ganjaran, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Jawa Timur menjadi salah satu lahan percontohan metode Demonstration Plot (Demplot) Program Makmur.

"Kreasi dan inovasi produksinya harus lebih tinggi dan lebih ditingkatkan lagi, jika sekarang 100 Ton maka tahun depan harus ditingkatkan lagi menjadi 160 Ton per Ha,” ujar Bupati Malang, Sanusi usai menghadiri tanam tebu pada Kamis (28/7/2022).

Sanusi yang juga petani tebu membagikan tips dan kiat-kiat  meningkatkan produktifitas tebu.  Di antaranya melalui pengaturan pemberian pupuk.

Sanusi mengakui jika pihaknya akan berkontribusi mewujudkan swasembada gula di Indonesia.

"Jadi jika pupuk subsidi yang asalnya ZA bisa diganti dengan urea, karena N-nya di bawah standar. Jika ZA berpengaruh terhadap rendemin maka dicari yang bisa menaikan rendemin itu apa? NPKnya atau phonskanya bisa di match sehingga bisa menaikkan rendemin. Jika produknya tinggi, ini bisa menjadi harapan semua petani dan itu salah satu cara mensejahterakan masyarakat dengan meningkatkan produktifitas dari hasil pertanian," ungkap Sanusi.

Untuk meningkatkan produktifitas tebu, Pemkab Malang menggandeng Holding Pangan ID FOOD dan Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC) melalui PT Petrokimia Gresik dan PT PG Rajawali I.

Sementara itu, Direktur Holding Pangan ID FOOD, Frans Marganda Tambunan mengatakan Program Makmur untuk petani tebu dengan metode demplot ditargetkan dapat menghasilkan tebu sebahyak 160 hingga 165 ton per hektar.

"Pada perluasan tanam ini kami mendapat suplai pupuk dari PT Petrokimia Gresik sebanyak 200 ton,” beber Frans.

Frans menjelaskan, berdasarkan data gabungan BUMN komoditas pertanian tebu menyumbang hasil panen dari masa tanam 2021/2022  sebanyak 464.569 ton dengan luas lahan sebanyak 5.485 hektar.

"Melalui Program Makmur kolaborasi BUMN Holding pangan sebagai project leader, Pupuk Indonesia Holding company, PTPN Holding dan Perhutani sebagai agro input, offtaker dan pendampingan budidaya, ini kami optimis akam mampu mengantisipasi krisis pangan," tutup Frans.

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved