Breaking News:

Berita Kediri Hari Ini

Oknum Guru di Kediri Cabuli Tujuh Siswanya, Modusnya Buka Bimbingan Belajar

Oknum guru di Kediri akhirnya mengakui perbuatannya, mencabuli tujuh siswa SD selama kurun waktu satu tahun. Modusnya, tersangka membuka bimbel

surya.co.id/didik mashudi
Kasat Reskrim Polres Kediri Kota , AKP Tomy Prambana. Kepada penyidik, Oknum guru di Kediri akhirnya mengakui perbuatannya, mencabuli tujuh siswa SD selama kurun waktu satu tahun. Modusnya, tersangka membuka bimbel 

SURYAMALANG.COM|KEDIRI - Guru berinisial IM (57) ditetapkan tersangka atas kasus pencabulan cabul terhadap anak di bawah umur.  Saat ini, IM sudah ditahan di Polres Kediri Kota.

Dari hasil pemeriksaan, IM telah mengakui perbuatannya. Kepada polisi, tersangka mengaku telah melakukan tindakan cabul dalam kurun waktu setahun.

"Tersangka mengakui melakukan sejak Juli 2021 hingga Juli 2022," ungkap AKP Tomy Prambana, Kasat Reskrim Polres Kediri Kota kepada sejumlah awak media, Jumat (29/7/2022).

Sementara modus operandi yang dilakukan tersangka yakni dengan mengadakan bimbingan belajar (bimbel) kepada 7 anak didik yang menjadi korbannya.

Selain itu juga meminta korban untuk mengisi nilai saat perbuatan cabul dilakukan oleh pelaku.

"Kegiatan bimbel dilakukan di ruang kelas," ungkapnya. 

Dijelaskan AKP Tomy Prambana, setelah mendapatkan, penyidik kemudian memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan barang bukti serta gelar perkara.

Setelah pemeriksaan saksi-saksi dan menemukan alat bukti yang cukup, kembali dilakukan gelar perkara meningkatkan status pelaku sebagai tersangka.

"Tersangka sudah kami periksa dan telah dilakukan penahanan di Mapolres Kediri Kota," jelasnya.

Tersangka IM bakal dijerat dengan pasal 82 Undang -undang RI nomor 17 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-undang no 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak juncto pasal 76 e Undang -undang RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang RI nomor 23 tentang Perlindungan Anak atau pasal 6 huruf c tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS).

Tersangka terancam dihukum paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun, serta denda Rp 5 miliar.

Sejumlah barang bukti telah diamankan penyidik seperti baju siswa dan alat peraga anatomi tubuh manusia.

Kasus oknum guru cabul di salah satu SD di Kota Kediri sebelumnya telah dilaporkan Yayasan Lembaga Perlindungan Anak (YLPA) Kota Kediri.

Dari hasil pemeriksaan Inspektorat Kota Kediri pelaku telah mengakui melakukan tindakan pencabulan terhadap 7 anak didiknya di ruang kelas.

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar telah melakukan tindakan tegas dengan melakukan pemecatan oknum guru pelaku perbuatan cabul sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

Kasus oknum guru cabul telah menyulut aksi demo pegiat perlindungan anak dan gabungan LSM di Kota Kediri. 

Masalahnya kasus pencabulan oleh oknum guru ada upaya dilakukan mediasi tidak membawa ke ranah hukum.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved