Berita Surabaya Hari Ini

Ribuan Driver Ojek Online Gelar Unjuk Rasa di Surabaya, Tuntut Potongan Aplikasi Diturunkan

Sebanyak 700 ojek online dan 200 mobil jasa angkutan barang online, menggelar unjuk rasa di Kota Surabaya, Rabu (24/8/2022).

suryamalang/febriantoamadani
Ribuan massa ojek online yang tergabung dalam Front Tolak Aplikator Nakal, menggelar long march atau konvoi dari Kantor Dishub Jatim dan berakhir di Gedung Grahadi, Rabu (24/8/2022). 

SURYAMALANG.COM|SURABAYA- Sebanyak 700 ojek online dan 200 mobil jasa angkutan barang online, menggelar unjuk rasa di Kota Surabaya, Rabu (24/8/2022).

Mereka yang tergabung dalam Front Tolak Aplikator Nakal (Frontal) terlebih dahulu melakukan long march.

Dimulai dari titik kumpul peserta aksi di depan Kantor Dishub Jatim Jalan Ahmad Yani, lalu bergeser ke Kantor Diskominfo Jatim, kemudian massa aksi berlanjut ke Kantor Shopee Jalan Ronggolawe, Kantor Gojek Jalan Raya Ngagel, Kantor Grab depan WTC, In Driver MNC Tower, hingga berakhir di Gedung Grahadi.

Masing masing rute tersebut, para driver online menyampaikan surat untuk bertemu dan audiensi bersama di Grahadi.

Kendati sempat berlangsung lancar, ketika mengunjungi kantor In Driver, terlihat pintu sudah tutup dan tidak ada aktivitas.

Sehingga, massa aksi berinisiatif menyegel memakai tali rafia sebagai bentuk protes.

Humas Perhimpunan Driver Online Indonesia (PDOI) Jatim, Daniel Lukas Rorong, mengatakan, ada beberapa tuntutan yang disampaikan dalam aksi tersebut.

"Untuk potongan aplikasi yang saat ini dirasa para ojek online terlalu berat, mencapai 20 sampai 25 persen, kami ingin diturunkan menjadi 10 persen," ujarnya di sela sela aksi.

Menurutnya, saat ini tarif ojek online terlalu murah. Untuk fitur pesan makanan maupun antar barang bisa di angka Rp 6.400, sedangkan jasa mengantar orang Rp 7.200. 

"Kami harap tarif ojek online naik dan berubah menjadi sekitar Rp 9200. Kemudian rentang jarak 0 sampai 5 kilometer, bisa diubah menjadi 0 hingga 4 kilometer. Karena jarak sebelumnya itu terlalu jauh meskipun harganya naik," pungkasnya.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved