Berita Batu Hari Ini

Kejari Batu Kembali Laksanakan Restorative Juctice Pelaku Ranmor di Junrejo

Kejaksaan Negeri Batu kembali melaksanakan pembebasan tahanan atau restorative justice.

suryamalang.com/Benni Indo
Kejaksaan Negeri Batu kembali melaksanakan pembebasan tahanan atau restorative justice. Ini menjadi kali kedua Kejari Batu melaksanakannya. Lokasi pembebasan tahanan berlangsung di Pondok Seduluran, Desa Junrejo, Selasa (30/8/2022). 

SURYAMALANG.COM|BATU - Kejaksaan Negeri Batu kembali melaksanakan pembebasan tahanan atau restorative justice.

Ini menjadi kali kedua Kejari Batu melaksanakannya. Lokasi pembebasan tahanan berlangsung di Pondok Seduluran, Desa Junrejo, Selasa (30/8/2022).

Tersangka yang dibebaskan atas nama Muhammad Farid. Pembebesannya atas dasar Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan Kejaksaan Negeri Batu Nomor: Print 775 /M.5.44/Eoh. 2/08/2022 Tanggal 26 Agustus 2022.

Kepala Kejaksaan Negeri Batu, Agus Rujito bertemu langsung dengan korban dan tersangka. Ada Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Yogy Sudharsono  dan Abdul Ghofur selaku Jaksa Mediator.

"Saya telah membacakan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan Kejaksaan Negeri Batu. Surat ketetapan ini dapat dicabut kembali apabila dikemudian hari terdapat alasan baru yang diperoleh penyidik atau penuntut umum," ujarnya.

Peninjauan kembali juga bisa dilakukan jika ada putusan praperadilan yang telah mendapat putusan akhir dari pengadilan tinggi yang menyatakan pengehentian penuntutan tidak sah. Agus menjelaskan, alasan penghentian penuntutan karena tersangka baru pertama kali melakukan tindak pidana. 

"Tersangka juga diancam dengan pidana penjara tidak lebih dari lima tahun. Dalam kerangka pikir keadilan restoratif juga untuk menghindari pembalasan, respon dan keharmonisan masyarakat. Sehingga proses perdamaian ini dapat dilaksanakan," paparnya.

Farid adalah mantan pencuri sepeda motor di halaman Pabrik CV Delta Raya, Jl Hasanudin, Dusun Jeding, Desa Junrejo. Farid telah mengambil sepeda motor Yamaha Vega R warna Silver tahun 2006 Nopol W 3087 NW.

Kasat Reskrim Polres Batu, AKP Yussi Purwanto, menyatakan, Farid ditangkap petugas di Kecamatan Pujon saat berada di tempat perjudian. Diduga kuat, motif pencurian tersebut adalah untuk kebutuhan bermain judi.

Tertangkapnya pelaku bermula ketika ia kalah berjudi sabung ayam. Kekalahan judi itu membuat Farid menggadaikan sepeda motor yang ia curi kepada BCI. Nilai gadainya sebanyak Rp 600 ribu.

BCI menerima gadai tersebut meski tanpa STNK. Tak dinyana, keluarga korban mengetahui BCI sedang menggunakan sepeda motor curian tersebut. Tanda nomor kendaraan sepeda motor curian MF tersebut tidak berubah, termasuk warna motornya.

Keluarga korban lantas mengejar BCI. Ia menghentikan BCI saat baru saja tiba di depan rumah orangtuanya. Dari situ, BCI ditanya terkait kendaraan yang ia kendarai. Selepas itu, ia melapor ke Polres Batu.

Sudiono, pria yang ikut melapor ke Polres Batu mengatakan bahwa BCI mengaku mendapatkan motor tersebut dari MF. Ia membayar Rp 600 ribu sebagai uang gadai.

“Orang tersebut berterus terang, menyebut bahwa dirinya mendapatkan sepeda itu dari orang yang kalah judi, lalu digadaikan Rp 600 ribu,” ungkapnya.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved