Berita Surabaya Hari Ini

Perhimpunan Driver Online Jatim Sesalkan Keputusan Tarif Baru Ojol

Perhimpunan Driver Online Indonesia (PDOI) Jatim, menyayangkan kenaikan tarif baru ojek online (ojol) yang diberlakukan per 11 September 2022.

suryamalang/febriantoamadani
Suasana unjuk rasa ribuan driver ojek online yang tergabung dalam Front Driver Online Tolak Aplikator Nakal (Frontal) Jawa Timur beberapa waktu silam 

SURYAMALANG.COM|SURABAYA - Perhimpunan Driver Online Indonesia (PDOI) Jatim, menyayangkan kenaikan tarif baru ojek online (ojol) yang diberlakukan per 11 September 2022.

Humas Perhimpunan Driver Online Indonesia (PDOI) Jawa Timur, Daniel Lukas Rorong, mengatakan, kenaikan tarif ini hanya untuk jasa pengantaran orang saja. Tidak termasuk di dalamnya untuk jasa pengiriman barang dan makanan.

Menurutnya, keputusan tarif baru ojol ini tertuang dalam Keputusan Menteri (KM) Perhubungan Nomor KP 667 Tahun 2022, Tentang Pedoman Perhitungan Biaya Jasa Penggunaan Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat yang Dilakukan dengan Aplikasi.

"Kenapa tidak sekalian diatur di dalam aturan baru ini untuk biaya kenaikan jasa pengiriman barang dan makanan," ujar Daniel, Senin (12/9/2022).

Meski regulasi tersebut menjadi ranahnya Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Daniel menilai Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bisa bersinergi untuk membahas kebijakan itu. 

"Kalau aturannya Kemenhub seperti ini maka disebut setengah setengah. Pasalnya, tarif di angka Rp 6.400 untuk jasa pengiriman barang dan makanan di rentang jarak antara 0-4 kilometer pertama masih dianggap terlalu murah bagi rekan-rekan pengemudi ojol," ungkapnya.

"Pendapatan yang diperoleh tidak sebanding dengan kenaikan harga BBM Pertalite. Serta waktu yang terbuang untuk proses menunggu di resto saat menerima order pengiriman makanan," sambungnya.

Daniel juga mengeluhkan, rencana kenaikan tarif ojol tidak dibarengi dengan perubahan harga untuk tarif taksi online. Sehingga, ini menjadi catatan tambahan khusus PDOI Jawa Timur untuk pemerintah khususnya Kemenhub. 

"Semoga ada regulasi terbaru yang mengatur perihal kenaikan harga untuk tarif transportasi online roda empat atau taksi online. Dan akan kami perjuangkan bersama rekan-rekan melalui perumusan Peraturan Gubernur Jawa Timur yang kami harapkan bisa selesai paling lambat akhir tahun 2022," tegas Daniel 

 

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved