Berita Tulungagung Hari Ini

Fenomena TKW Ceraikan Suami di Tulungagung, Mulai Alasan Ekonomi sampai Perilaku Buruk Suami

Banyak pekerja migran perempuan atau dulunya disebut Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Tulungagung yang menggugat cerai suaminya.

Penulis: David Yohanes | Editor: Zainuddin
getty images via Kompas.com
Ilustrasi 

SURYAMALANG.COM, TULUNGAGUNG - Banyak pekerja migran perempuan atau dulunya disebut Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Tulungagung yang menggugat cerai suaminya.

Para TKW ini menyewa pengacara untuk memproses gugatan cerainya di Tulungagung.

Sementara dia tetap bekerja di negara penempatannya.

Humas Pengadilan Agama (PA) Tulungagung, Mohammad Huda Najaya mengatakan tidak ada data klasifikasi khusus TKW yang menggugat cerai suaminya.

Namun dari estimasi perkara di PA Tulungagung, prosentasenya mencapai 30-35 persen dari jumlah gugatan cerai yang masuk.

"Memang tidak ada klasifikasi khusus perkara TKW yang menggugat cerai suaminya. Tapi dari semua perkara cerai yang disidangkan, ada 30-35 persen di antaranya," terang Huda kepada SURYAMALANG.COM, Kamis (8/9/2022).

Data di PA Tulungagung hingga Juli 2022, jumlah gugatan cerai yang diputus 1.823 perkara. 

Jika diprosentase, lebih dari 546 perkara di antaranya adalah gugatan cerai TKW ke suaminya.

Rata-rata gugatan ini berlatar belakang masalah ekomoni.

Ada istri yang berangkat ke luar negeri, untuk memperbaiki ekonomi keluarga.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved