Berita Batu Hari Ini

Tolak Cabut Laporan Polisi, Korban Kekerasan dan Pelecehan Seksual Diusir dari Rumah di Kota Batu

Seorang ibu dengan lima orang anak perempuan semua diusir dari rumah mertuanya yang berada di Desa Beji, Kota Batu.

Penulis: Benni Indo | Editor: Zainuddin
KOMPAS.COM
ilustrasi 

SURYAMALANG.COM, BATU - Seorang ibu dengan lima orang anak perempuan semua diusir dari rumah mertuanya yang berada di Desa Beji, Kota Batu.

RN, ibu yang diusir tersebut harus berjuang seorang diri membiayai hidup dan sekolah lima orang anaknya.

Lima orang anaknya sekolah di tingkat SMA, SMP, SD dan PAUD.

Pengusirannya ini imbas dari penolakannya terhadap permintaan ayah mertua untuk mencabut laporan di Polres Batu.

Sekadar informasi, RN melaporkan suaminya yang menjadi pelaku pelecehan seksual terhadap anaknya.

Laporan tersebut dibuat pada 24 Juli 2022. RN diusir dari rumah mertuanya pada 28 Juli 2022.

"Saya diusir sejak 28 Juli 2022. Sebelumnya saya membuat laporan tanggal 24 Juli 2022. Diusir oleh bapak mertua saya," ungkap RN.

Sejak diusir, RN tinggal disebuah rumah kost di Desa Beji bersama lima orang anaknya.

Ruang kostnya berukuran sekitar  5x6 meter. Dapur dan ruang tamu berada di dalam satu ruangan yang tidak terpisah. 

RN juga tidak memiliki pekerjaan sejak diusir pada 28 Juli 2022. Dulunya, RN berjualan jus dan tempe. 

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved