Berita Malang Hari Ini

Menteri Sosma EM UB 2022 Diberhentikan Tidak Hormat karena Kasus Kekerasan Seksual

Adam Dhaniswara Mahindra dilaporkan penyitas karena kasus kekerasan sesual. Dalam IG resmi EM dijelaskan ada empat korban dan dilengkapi kronologinya

Tribun Pontianak
Ilustrasi Pelecehan Seksual. Adam Dhaniswara Mahindra dilaporkan penyitas karena kasus kekerasan sesual. Dalam IG resmi EM dijelaskan ada empat korban dan dilengkapi kronologinya 

SURYAMALANG.COM|MALANG-Menteri Sosial Masyarakat (Sosma) dalam kepengurusan Eksekutif Mahasiswa (EM) 2022 Universitas Brawijaya (UB) Adam Dhaniswara Mahindra diberhentikan dengan tidak hormat lewat surat yang ditandatangani Menteri Pembinaan Aparatur Organisasi (PAO) dan diketahui Presiden EM UB 2022 pada 23 September 2022.

Adam Dhaniswara Mahindra  dilaporkan penyitas karena kasus kekerasan sesual (KS). Dalam IG resmi EM dijelaskan ada empat korban dan dilengkapi kronologisnya. 

Sidang kode etik dihadiri pelapor, saksi-saksi Ihwanul Hakim selaku Menteri Koordinator Pengabdian, Oscar Yerico Meitritan dan Zidni Ilmansyah sebagai Dirjen di Kementerian Sosma, terlapor Adam Dhaniswara Mahindra selaku Menteri Sosma dan Kementerian PAO (Pembinaan Aparatur Organisasi).

Dari hasil sidang kode etik menghasilkan dua poin yaitu Kementerian PAO melakukan monitoring dan evaluasi menyeluruh bagi Kementerian Sosma dalam hal komunikasi, budaya kementerian dan kinerja. Serta penjatuhan surat peringatan tiga sekaligus pemberhentian secara tidak hormat bagi Adam Dhaniswara Mahindra selaku Menteri Sosma EM UB 2022.

Nurcholis Mahendra, Presiden EM UB mengatakan kejadian seperti ini baru terjadi di EM. "Kalau di EM pertama kali terjadi. Kami mengadvokasi kasus ini karena ada pelaporan yang masuk," jelas Nucholis saat dikonfirmasi suryamalang.com, Jumat sore (30/9/2022). Pada akhirnya EM menyampaikan secara terbuka lewat IG EM sebagai rasa tanggung jawab selaku lembaga pada publik.

"Yang perlu menjadi penekanan adalah bahwa EM tidak akan memberikan ruang bagi pembuatan pelecehan seksual yang terjadi. Tak hanya di EM tapi juga di UB," tegas mahasiswa Fisip UB ini. Pemberhentian tidak hormat ini murni terkait kasus KS. Dasar-dasar pemberhentian tidak hormat juga menyesuaikan UU yang ada.

Di regulasi UB juga ada kode etik dan diatur juga dalam pedoman sehingga diberi sanksi berat. Apa dari penyitas akan melaporkan ke polisi atas kasus itu, ia menjawab hal-hal terkait administrasi belum bisa disampaikan. Dari konten di IG itu, terlapor yang mahasiswa Ilmu Administrasi berdalih bercanda. 

Namun KS yang dilakukan meski verbal namun membuat pelapor menjadi tidak nyaman karena menjurus karena ucapan-ucapannya. Atas kasus KS itu, netizen mengapresiasi keberanian penyitas karena berani speak up. Sehingga terlapor mendapat tindakan di organisasi.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved