TRAGEDI AREMA VS PERSEBAYA

Kapolda Jatim Beri Beasiswa Anak Korban Tragedi Arema vs Persebaya yang Kehilangan Orangtuanya

Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta berjanji memberikan beasiswa pendidikan kepada MA (11)

dok.ist
Irjen Dedi dan Irjen Nico bertemu MA di rumah keluarga MA di Jalan Bareng Raya 2G, RT 14, RW 8, Bareng, Klojen, Kota Malang, Selasa (4/10/2022) 

SURYAMALANG.COM|SURABAYA-Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta berjanji memberikan beasiswa pendidikan kepada MA (11) bocah yang kedua orangtuanya tewas akibat kerusuhan usai 'Derbi Jatim' Arema FC melawan Persebaya Surabaya, di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022) kemarin. 

Tak hanya itu, Nico juga berjanji akan memfasilitasi MA untuk menjadi anggota kepolisian sebagaimana yang telah dicita-citakan oleh si bocah tersebut, selama ini. 

Hal tersebut disampaikan oleh Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo, saat menemani Irjen Nico bertakziah ke kediaman keluarga MA. 

MA dan kedua orangtua tinggal di Jalan Bareng Raya 2G, RT 14, RW 8, Bareng, Klojen, Kota Malang.

Selama bertakziah, tak lupa Dedi dan Nico mewakili Mabes Polri memberikan bantuan santunan kepada MA. 

"Hari ini melihat langsung ke (rumah) MA, kebetulan orangtua meninggal insiden di Kanjuruhan," ujar Dedi pada awak media di lokasi, Selasa (4/10/2022). 

Mantan Kapolres Lumajang itu, mengatakan, Kapolda Jatim juga akan memberikan bantuan pendidikan atau beasiswa kepada MA hingga lulus. 

Bahkan, Nico juga berjanji kepada MA dan wali yang mengusuh MA, untuk memfasilitasi MA menjadi anggota kepolisian jika sudah tiba pada saatnya atau telah berusia cukup. 

"Kapolda Jatim menyampaikan diberikan bantuan beasiswa menyelesaikan pendidikan. Sementara dari Mabes Polri memfasilitasi karena cita-cita ingin jadi anggota polisi," pungkasnya. 

Sekadar diketahui, pasangan suami istri (pasutri) asal Kota Malang, atau orangtua MA, tewas tergencet kerumunan suporter yang panik karena gas air mata, saat kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, kemarin. 

Kedua orangtua MA, bernama Muhammad Yulianton (40) dan Devi Ratnasari (30). Bersama dengan sanh anak, MA, keluarga kecil itu menonton pertandingan sepak bola Derbi Jatim itu, di Tribun 12 stadion tersebut. 

"Jadi di RT 14 ini, ada sebanyak 20 orang warganya menonton langsung pertandingan di stadion. Kami menonton di Tribun 14," ujar kerabat korban, Doni (43) saat ditemui reporter surya.co.id, Minggu (2/10/2022). 

Setelah pertandingan itu berakhir, sekitar pukul 22.00 WIB, kondisi di dalam stadion mendadak ricuh. 

Pada awalnya, kericuhan terjadi di tengah lapangan. Tak lama kemudian, kericuhan itu mengarah ke bagian tribun penonton. 

Halaman
12
Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved