TRAGEDI AREMA VS PERSEBAYA
Tragedi Gate 14 Kanjuruhan, 5 Sahabat Meninggal dan Satu Orang Selamat Setelah Lompat dari Pagar
Tragedi gate 14 Kanjuruhan, 5 sahabat meninggal dan satu orang selamat setelah lompat dari pagar, Efendi Utomo pilu, marah dan sedih
Penulis: Sarah Elnyora | Editor: Dyan Rekohadi
Namun nahas, hanya Efendi Utomo sendiri yang berhasil selamat, sedangkan lima rekannya meninggal di lokasi kejadian.
“5 teman saya menjadi korban meninggal semua. Mereka meninggal di lokasi kejadian karena terinjak-injak,“ tutur pria berusia 20 tahun itu mengenang kejadian.
“Saya selamat karena loncat dari pagar. Saya turun dari pagar,” katanya menambahkan.
Effendi Utomo sangat terpukul dengan kejadian tragedi Kanjuruhan ini dan mengharap keadilan untuk rekan-rekannya dan para Aremania yang menjadi korban.
“Saya berharap ada usut tuntas untuk keadilan. Harus ada hukuman yang setimpal kepada pihak yang bertanggung jawab,” ujarnya tegas.
Efendi Utomo mengatakan akan kembali lagi saat doa bersama di depan Monumen Singa Tegar.
Ia ingin memberikan penghormatan terbaik kepada para Aremania, khususnya untuk 5 orang rekannya.
“Saya ke sini lagi sampai 7 hari,” kata Efendi Utomo mengakhiri.
Artikel Kompas.com 'Kisah Pilu Aremania di Gate 14 Stadion Kanjuruhan'
Sebelumnya, Kementrian PPPA mengonfirmasi sedikitnya sudah 33 anak turut meninggal dunia dalam Tragedi Kanjuruhan.
Dari 33 anak itu, korban termuda berusia 4 tahun.
Koordinator Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Surabaya Pos Malang, Daniel Siagian, mengungkap sejauh ini verifikasi jumlah korban masih dilakukan.
Masih diperlukan proses validasi lanjutan terkait data yang sudah ada, termasuk mencocokkan data lintas instansi karena ada beberapa korban yang tanpa identitas atau identitasnya kabur.
"Posko bantuan hukum, sejak Minggu sampai Rabu ini, saya belum bisa menyebutkan berapa (korban), tapi sudah melakukan berbagai penyisiran terhadap korban-korban Kanjuruhan," jelas Daniel dalam jumpa pers.
"Korban yang kemarin di Kanjuruhan kan masih dalam suasana berkabung, dalam tradisi Jawa Timur adalah kita tunggu 7 hari setelah itu (masa berkabung sebelum melakukan tindakan lanjutan).
Sementara yang kita lakukan proses inventarisir dan pengumpulan data korban-korban itu sendiri," pungkasnya.
Artikel Kompas.com 'Data Aremania: 4 Anak Belum Ditemukan sejak Tragedi Kanjuruhan'.
Update berita terbaru di Google News SURYAMALANG.com
(Kompas.com|Suci Rahayu)