TRAGEDI AREMA VS PERSEBAYA
Tim Trauma Support Mobility Siap Bantu Keluarga Korban Tragedi Stadion Kanjuruhan
Menko PMK Prof Dr Muhadjir Effendy MAP memberi pembekalan pada Tim Trauma Support Mobility di sebuah ruang di Basement Dome UMM, Kamis (6/10/2022).
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: rahadian bagus priambodo
SURYAMALANG.COM|MALANG-Menko PMK Prof Dr Muhadjir Effendy MAP memberi pembekalan pada Tim Trauma Support Mobility di sebuah ruang di Basement Dome UMM, Kamis (6/10/2022).
Selain dari Tim UMM ada tim dari dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Malang, HIMPSI Malang, Save the Children, Maharesigana UMM dan MDMC.
Juga ada Pusat Layanan Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim, Universitas Merdeka, Universitas Brawijaya, perwakilan dari BTS ARMY Help Center Indonesia yang akan mendukung proses trauma support.
Baca juga: Bersama KSAD Dudung, Presiden dan Pemain Arema FC Takziah ke Korban Tragedi Stadion Kanjuruhan
"Saya berterima kasih karena respons cepat untuk pemulihan psikologi untuk tragedi Kanjuruhan," kata Muhadjir saat membuka acara.
Sebab jumlah korban sangat. Yang meninggal 131 orang, yang dirawat di RS ada 30 dan ratusan orang lainnya mengalami luka-luka.
"Kalau korban fisik kan mudah diukur. Masalahnya cidera mental psikologi. Hanya bisa melihat gejala-gejalanya. Tapi tidak tahu bagaimana dalamnya jiwa-jiwa dari keluarga korban masing-masing," jelasnya.
Baca juga: Biodata Iwan Bule, Ketum PSSI yang Diminta Mundur Presiden Madura United Pasca Tragedi Arema
Muhadjir mencontohkan beberapa waktu lalu saat bertemu ayah korban yang dua anaknya meninggal dunia di kantor Kecamatan Lowokwaru.
Dia tidak menduga bapak itu pingsan saat bertemu dengannya. Saat menceritakan itu, Muhadjir menyeka air matanya karena bisa merasakan apa yang dirasakan bapak tersebut yang ditinggal anaknya.
Baca juga: Ada Posko Trauma Healing di Balaikota Malang Bagi Korban Tragedi Kanjuruhan
Maka perlu juga trauma healing menyasar pada keluarga korban yang tidak menonton bola namun anak-anaknya menjadi korban di kejadian itu.
Muhadjir juga mendorong perguruan tinggi berkontribusi untuk melakukan pendampingan lebih masif. Ia menyatakan ada dana siap pakai (DSP) di pemerintah daerah yang bisa dialokasikan.
Dana ini ada di APBD sebesar dua persen yang bisa dipakai untuk itu.
"Termasuk salah satunya untuk memberikan santunan kepada keluarga dan kegiatan trauma support ini. Dana desa juga bisa," kata dia. Ditambahkan, kejadian di Kanjuruhan adalah bencana sosial yang sifatnya non-diskriminasi. Maka semua harus ikut memberikan bantuan.
Muhadjir mengatakan warga Malang sangat well educated sehingga cepat merespons kejadian sehingga membantu menangani permasalah lebih cepat.
Kecamatan Wagir Terbanyak
Drg Arbani Mukti Wibowo, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Malang di acara itu menyatakan membutuhkan support dari psikolog karena di dinasnya tidak ada expert-nya. Sehingga perlu menggandeng pihak lain.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Menko-PMK-Prof-Dr-Muhadjir-Effendy-MAP-memberi-pembekalan-pada-Tim-Trauma-Support-Mobility.jpg)