TRAGEDI AREMA VS PERSEBAYA

Pemeriksaan Saksi Tragedi Kanjuruhan Oleh Bareskrim Meluas ke Dispora Malang dan Sekretaris Arema FC

Yang terbaru, Bareskrim Polri yang menangani kasus Tragedi Kanjuruhan memperluas pemeriksaan dengan menghadirkan 3 orang saksi baru

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Dyan Rekohadi
SURYA/PURWANTO
Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo memberikan keterangan kepada awak media di Mapolres Malang, Kabupaten Malang, Senin (3/10/2022). 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Meski 6 tersangka telah ditetapkan dalam kasus tragedi Kanjuruhan pasca laga Arema FC Vs Persebaya Surabaya pemeriksaan saksi-saksi terus berjalan dan kemungkinan jumlah tersangka bisa bertambah.

Yang terbaru, Bareskrim Polri yang menangani kasus ini memperluas pemeriksaan dengan menghadirkan 3 orang saksi baru.

Tiga orang saksi baru yang diperiksa itu yakni Kasubag Sarpras Kadispora Malang. Sekretaris Umum Arema FC dan anggota Polresta Malang yang melakukan pengamanan di Stadion Kanjuruhan. 

Baca juga: Jenis Gas Air Mata di Kanjuruhan Beda dan Mematikan, Ketua Panpel Arema FC Minta Korban Diautopsi

Pemeriksaan ketiganya masih dilakukan oleh Bareskrim Mabes Polri di Mapolres Malang, pada Jumat (7/10/2022). 

Keterangan dari ketiganya disebut akan digunakan untuk melengkapi berkas keenam orang tersangka atas kasus tersebut sesuai dengan pernyataan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kamis (6/10/2022) malam. 

"Hari ini penyidik memeriksa 3 saksi. Pertama, kasubag sarpras kadispora Malang. Kedua, Sekretaris Umum Arema FC. Ketiga, anggota Polresta Malang yang melakukan pengamanan di Stadion Kanjuruhan," ujar Kadivhumas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Mapolda Jatim, Jumat (7/10/2022). 

Sekadar diketahui, enam orang telah ditetapkan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai tersangka atas kerusuhan usai pertandingan 'Derbi Jatim' Arema FC Vs Persebaya Surabaya, di Stadion Kanjuruhan, Malang, hingga menewaskan 131 orang suporter Aremania dan Aremanita. 

Para tersangka diduga melanggar Pasal 359 dan 360 KUHP tentang menyebabkan orang mati ataupun luka-luka berat karena kealpaan, dan Pasal 103 ayat 1 Jo pasal 52 Undang-Undang nomor 11 Tahun 2022 tentang keolahragaan. 

Sementara itu, sejumlah 20 orang anggota Polri menerima sanksi etik dalam kasus Tragedi Kanjuruhan usai pertandingan Arema FC Vs Persebaya Surabaya, di Stadion Kanjuruhan, Malang, hingga menewaskan 131 orang suporter Aremania dan Aremanita. 

Mereka diduga lalai dalam menjalankan tugas hingga terpaksa menerima sanksi etik, setelah pihak internal; Irwasum dan Divisi Propam Polri, melakukan pemeriksaan terhadap 31 orang personel yang terlibat pengamanan pertandingan.

Pemeriksaan tersebut dilakukan secara maraton di mulai sehari setelah insiden nahas itu terjadi Sabtu (1/10/2022), yakni pada Minggu (2/10/2022) hingga berlanjut terus sampai Kamis (6/10/2022) sore. 

Dari 20 orang terduga pelanggar itu, empat orang diantaranya merupakan pejabat utama (PJU) Polres Malang, yakni AKBP FH, Kompol WS, AKP PS, dan Iptu PS. Kemudian, dua orang perwira pengawas, dan pengendali, yakni AKBP AW dan AKP D. 

Lalu, tiga orang anggota lainnya yang bertindak melakukan perintah tembakan pemerintah tembakan gas air mata, yakni AKP H, AKP US, dan Aiptu PP.

Dan terakhir, 11 orang anggota yang melakukan eksekusi penembakan gas air mata. 

Baca juga: Viral di TikTok, Begini Kondisi Pengunggah Video Tragedi Kanjuruhan yang Dikabarkan Diculik Polisi

Halaman
1234
Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved