Kamis, 7 Mei 2026

Berita Malang Hari Ini

Ikatan Keluarga Banyuwangi (Ikawangi) Malang Raya Gelar Endhog-endhogan di Kampoeng Djawa

Ikatan Keluarga Banyuwangi (Ikawangi) Malang Raya menyelenggarakan endhog-endhogan di Kampoeng Djawa yang berlokasi di Jalan Sunimbar, Desa Tegalgondo

Tayang:
Penulis: Benni Indo | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
Anggota Ikawangi Malang Raya dari kelompok mahasiswa membagikan kembang telur kepada warga saat perayaan endhog-endhogan. 

SURYAMALANG.COM - Masyarakat Banyuwangi yang tinggal di kawasan Malang Raya menggunakan sarana kebudayaan asli daerahnya sebagai ajang pengikat silaturahmi.

Setiap kali ada kegiatan kebudayaan, semangat warga asal Tanah Blambangan untuk datang selalu tinggi.

Salah satu contohnya adalah ketika momen memperingati Maulid Nabi Muhammad saw. Pada momen tersebut, warga Banyuwangi akrab dengan perayaan kembang telur atau sering disebut endhog-endhogan.

Di Banyuwangi, perayaan endhog-endhogan selalu berlangsung meriah. Seluruh warga, khususnya Suku Osing selalu merayakannya. Perayaan ini identik dengan telur dan pohon pisang yang dihias.

Sebuah pohon pisang dihias dengan lapisan kertas berwarna-warni. Lalu, ditancapkan batang bambu berukuran sekitar 15 cm – 20 cm yang telah diraut serta dihias seperti bunga.

Bunga-bunga hiasan itu menjadi tempat telur. Telurnya ada yang digantung atau ditusuk dengan batang bambu.

Pohon pisang yang telah dihias dan ditancapkan sejumlah batang bambu dengan telur-telurnya itu ditaruh di depan rumah. Lalu, petugas mengambilnya dengan diiringi musik khas daerah serta senandung selawatan.

Petugas membawanya ke masjid menggunakan kendaraan pikap. Lantas, mengemas dan membagikan telur kepada masyarakat.

Sayangnya, warga asal Banyuwangi yang tinggal di kawasan Malang Raya tidak menemukan perayaan seperti itu. Sebagai sarana mengobati kerinduan, sekaligus menjadi ajang pertemuan sesama perantau, Ikatan Keluarga Banyuwangi (Ikawangi) Malang Raya menyelenggarakan endhog-endhogan di Kampoeng Djawa yang berlokasi di Jalan Sunimbar, Desa Tegalgondo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Minggu (23/10/2022).

Puluhan warga asal Banyuwangi datang memeriahkan acara yang terselenggara sekali dalam setahun tersebut. Mereka berasal dari latar belakang yang berbeda-beda. Ada mahasiswa, dosen, purnawirawan, petani, teknisi, hingga pengusaha.

Seperti halnya di Banyuwangi, mereka juga mengarak pohon-pohon pisang yang telah dihias keliling kompleks perumahan di sekitar lokasi. Sepanjang jalan, mereka membagikan telur kepada warga sekitar.

Ketua pelaksana acara tersebut, Saimul Laili menjelaskan, kegiatan perayaan endhog-endhogan oleh warga Banyuwangi juga sebagai bentuk silaturahmi kepada masyarakat kawasan Malang Raya. Perayaan tahun ini adalah kali keenam.

Setiap kali melaksanakan perayaan, anggota Ikawangi Malang Raya selalu berinteraksi dengan masyarakat sekitar. Hal itu membuat masyarakat setidak-tidaknya mengetahui kebudayaan yang dibawa oleh masyarakat asal Banyuwangi.

“Jika berkisah tentang endhog-endhogan ini intinya telur itu sebagai bentuk kehidupan. Telur memiliki tiga lapisan, yakni kulit, bagian yang putih dan ketiga adalah kuningnya,” terang lelaki yang berprofesi sebagai dosen di Unisma tersebut.

Tiga lapisan tersebut memiliki filosofis kulit sebagai iman, bagian yang putih adalah Islam dan yang kuning adalah ihsan. Tiga lapisan ini menjadi satu bentuk yang saling melekat.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved