Kamis, 23 April 2026

Berita Lamongan Hari Ini

Kampung Kerapu di Lamongan Tembus Pasar Hongkong dan Amerika

para pembudidaya kerapu mampu meraup nilai produksi hingga Rp. 110, 723 milyar pada tahun 2021, dengan pangsa pasar lokal dan ekspor.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: rahadian bagus priambodo
Hanif Manshuri
Kampung Kerapu di Desa Labuhan Kecamatan Brondong, Rabu (26/10/2022) 

SURYAMALANG.COM|LAMONGAN - Potensi Lamongan di sektor  produksi perikanan, baik tangkap maupun budidaya tidak diragukan lagi 

Ada budidaya ikan bandeng, jaer, tombro, juga udang vanamei yang tersebar di 7 kecamatan, kini ada lagi budidaya ikan khusus kerapu dan hanya ada  di Desa Labuhan,  Brengkok, dan Desa Lohgung Kecamatan Brondong.

Bahkan lantaran produksinya melimpah dan areanya hanya ada di Pantura Brondong, dua desa itu dikenal dengan nama Kampung Kerapu.

Data dari Dinas Perikanan Kabupaten Lamongan,  budidaya di Kampung Kerapu ini sudah tercatat dalam Kepmen Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan (Kepmen KP) nomor 16 Tahun 2022 tentang Kampung Perikanan Budidaya. 

Luas area tambak ikan kerapu ini sekitar   250,75 hektare. Dan yang luar biasa,  di atas  lahan tersebut, para pembudidaya mampu meraup nilai produksi hingga Rp. 110, 723 milyar pada tahun 2021, dengan pangsa pasar lokal dan ekspor.

Kampung Kerapu Labuhan  tersebut menarik perhatian Bupati Lamongan Yuhronur Efendi. Ia  mengapresiasi potensi luar biasa yang dimiliki Kampung Kerapu Labuhan. 

"Dari melihat produksi yang dilakukan, dan saya tau sendiri tadi yang dipanen, kemudian kapasitas produksinya, kapasitas pengiriman dan distribusi pemasarannya, ini sudah luar biasa. Ini potensi yang sangat-sangat amat mampu diperhitungkan," ungkap Yuhronur Efendi saat bertandang ke Kampung Kerapu, Rabu (26/10/2022).

Selain untuk meninjau bagaimana pengelolaan dan  budidaya kerapu, Kaji Yes juga ingin  mendengarkan aspirasi pembudidaya. 

Kedatangannya  ke Kampung Kerapu juga untuk menjawab kegelisahan petani tambak  budidaya ikan di Labuhan akan alih fungsi lahan dari budidaya menjadi industri.

"Memang kawasan ini sesuai dengan rencana tata ruang dan tata wilayah adalah dipergunakan untuk budidaya, sehingga akan tetap kami jaga sesuai peraturan daerah yang ada. Masyarakat dapat memaksimalkanpotensi yang ada," ungkapnya.

Ia juga mendorong para petambak  untuk terus meningkatkan kerjasama dengan berbagai lini,  termasuk civitas akademika, guna mengembangkan kualitas produksi, serta bisa mempertahankan peluang  ekspor ke lebih banyak negara.

"Saya melihat  lahan di Labuhan ini sangat  produktif dan punya potensi untuk budidaya  berbagai jenis ikan, termasuk produksi garam. 

"Masyarakat harus terus didorong supaya hasil produksinya lebih baik lagi, " ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lamongan,  Yuli Wahyuono menambahkan,  bahwa volume produksi ikan kerapu di Lamongan  tiap tahun trendnya  meningkat,  dari 950,7 ton di tahun 2019 menjadi 1.350, 3 ton pada tahun 2021.

"Jumlah produksinya terus meningkat, nilai produksi juga tentunya meningkat, " katanya.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved