Berita Lamongan Hari Ini
Kampung Kerapu di Lamongan Tembus Pasar Hongkong dan Amerika
para pembudidaya kerapu mampu meraup nilai produksi hingga Rp. 110, 723 milyar pada tahun 2021, dengan pangsa pasar lokal dan ekspor.
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: rahadian bagus priambodo
SURYAMALANG.COM|LAMONGAN - Potensi Lamongan di sektor produksi perikanan, baik tangkap maupun budidaya tidak diragukan lagi
Ada budidaya ikan bandeng, jaer, tombro, juga udang vanamei yang tersebar di 7 kecamatan, kini ada lagi budidaya ikan khusus kerapu dan hanya ada di Desa Labuhan, Brengkok, dan Desa Lohgung Kecamatan Brondong.
Bahkan lantaran produksinya melimpah dan areanya hanya ada di Pantura Brondong, dua desa itu dikenal dengan nama Kampung Kerapu.
Data dari Dinas Perikanan Kabupaten Lamongan, budidaya di Kampung Kerapu ini sudah tercatat dalam Kepmen Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan (Kepmen KP) nomor 16 Tahun 2022 tentang Kampung Perikanan Budidaya.
Luas area tambak ikan kerapu ini sekitar 250,75 hektare. Dan yang luar biasa, di atas lahan tersebut, para pembudidaya mampu meraup nilai produksi hingga Rp. 110, 723 milyar pada tahun 2021, dengan pangsa pasar lokal dan ekspor.
Kampung Kerapu Labuhan tersebut menarik perhatian Bupati Lamongan Yuhronur Efendi. Ia mengapresiasi potensi luar biasa yang dimiliki Kampung Kerapu Labuhan.
"Dari melihat produksi yang dilakukan, dan saya tau sendiri tadi yang dipanen, kemudian kapasitas produksinya, kapasitas pengiriman dan distribusi pemasarannya, ini sudah luar biasa. Ini potensi yang sangat-sangat amat mampu diperhitungkan," ungkap Yuhronur Efendi saat bertandang ke Kampung Kerapu, Rabu (26/10/2022).
Selain untuk meninjau bagaimana pengelolaan dan budidaya kerapu, Kaji Yes juga ingin mendengarkan aspirasi pembudidaya.
Kedatangannya ke Kampung Kerapu juga untuk menjawab kegelisahan petani tambak budidaya ikan di Labuhan akan alih fungsi lahan dari budidaya menjadi industri.
"Memang kawasan ini sesuai dengan rencana tata ruang dan tata wilayah adalah dipergunakan untuk budidaya, sehingga akan tetap kami jaga sesuai peraturan daerah yang ada. Masyarakat dapat memaksimalkanpotensi yang ada," ungkapnya.
Ia juga mendorong para petambak untuk terus meningkatkan kerjasama dengan berbagai lini, termasuk civitas akademika, guna mengembangkan kualitas produksi, serta bisa mempertahankan peluang ekspor ke lebih banyak negara.
"Saya melihat lahan di Labuhan ini sangat produktif dan punya potensi untuk budidaya berbagai jenis ikan, termasuk produksi garam.
"Masyarakat harus terus didorong supaya hasil produksinya lebih baik lagi, " ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lamongan, Yuli Wahyuono menambahkan, bahwa volume produksi ikan kerapu di Lamongan tiap tahun trendnya meningkat, dari 950,7 ton di tahun 2019 menjadi 1.350, 3 ton pada tahun 2021.
"Jumlah produksinya terus meningkat, nilai produksi juga tentunya meningkat, " katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Kampung-Kerapu-di-Desa-Labuhan-Kecamatan-Brondong.jpg)