Berita Malang Hari Ini
Siswa SMK Dilibatkan dalam Malang Fashion Week, SMKN 1 Turen Tampilkan Army Look
Sejumlah SMK menampilkan karya busana siswanya di Malang Fashion Week (MFW) yang dimulai pada Kamis (27/10/2022).
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: rahadian bagus priambodo
SURYAMALANG.COM|MALANG-Sejumlah SMK menampilkan karya busana siswanya di Malang Fashion Week (MFW) yang dimulai pada Kamis (27/10/2022).
Seperti SMKN 1 Turen, Kabupaten Malang, SMKN 3 Kota Malang, SMK Terpadu Al-Islahiyah Kecamatan Singosari Kabupaten Malang dan SMK Darussaadah Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang.
"Kami menampilkan tema Army Look," jelas Adinda Rohmatul Auliya, desainer muda dari SMKN 1 Turen pada suryamalang.com, Kamis (27/10/2022).
Ada enam busana (look) yang ditampilkan di slot kedua pada hari pertama MFW.
Menurut Eva Maria, guru SMKN 1 Turen, sekolah senang bisa dilibatkan di MFW. Untuk warna army menonjolkan warna hijau army juga ada kombinasi doreng.
"Kesiapan untuk event ini selama dua pekan. Bikin desain seminggu dan menjahitnya seminggu," kata dia.
Ditambahkan Maria Eva, baru pertama kalinya sekolah mengikuti event ini.
"Banyak yang support, termasuk kepala sekolah. Sebab siswa bisa mengeksplorasi kemampuannya," jawab Eva Maria.
Selain siswa SMK, juga ada penampilan dari Dua Sisi Fashion Studio, Mirnawati, Aura Collection, Isa Hijab, Shylooks/Gian Cahyati, Maudizah Sherina dan IFC Community.
Sementara itu saat konferensi pers sebelum kegiatan dihadirkan beberapa narasumber seperti Zizi, Yeti Topiah dan Ina Priyono. Ina merupakan desainer tamu dari IFC Semarang.
Tema Valiant atau keberanian juga menjadi tantangan sendiri bagi desainer untuk menampilkan produknya.
"Brand saya kan biasanya menampilkan busana syar'i. Namun lewat event ini dituntut membuat dress kasual yang berani mengeksplorasi. Misalkan tambrak warna. Ini pertama kalinya saya bikin bikin siluet gaun," jelas desainer Aura Collection, Aura Nur Aini.
Begitu juga dengan desainer Zizi. Ia mengaku telah mempersiapkan sejak dua bulan yang lalu.
"Tantangannya adalah bagaimana mewujudkan warna berani tapi ada cute-nya. Itu tantangannya. Di sini kami tampilkan warna mencolok tapi mempertahan ciri khas," kata Zizi. Sedang Ina, desainer tamu dari Semarang mengatakan jika ia membuat karyanya selama lima hari.
Dikatakan, selama setahun ia bisa mengeluarkan busana dalam empat musim.
"Jadi tinggal comot pada koleksi yang ada. Apalagi juga banyak event. Kan sudah ada line atau polanya. Tinggal menambahkan look-nya," jawab Ina.
Maka jika membuat busana misalkan sudah ada garis warna nude/pastel, bikinlah warna lain dengan menambah sedikit. Karya yang ditampilkan memakai bahab lokal karena diwajibkan panitia.