Kanker Payudara Penyumbang Angka Kematian, Serang Kalangan Anak Muda
Kanker Payudara adalah penyakit penyumbang angka kematian terbanyak di dunia. Penyebabnya berawal dari makan makanan yang diawetkan.
Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: rahadian bagus priambodo
SURYAMALANG.COM|SURABAYA - Breast Cancer Survivor Ika Damajanti, membagikan sejumlah kiat kepada masyarakat, khususnya kaum hawa yang rentan terkena penyakit kanker payudara.
Menurutnya, perempuan harus betul betul mengenali payudaranya dengan melakukan periksa payudara sendiri (sadari), secara 7 sampai 10 hari setelah menstruasi dihitung hari pertama.
"Kalau misalnya ada sesuatu yang lain dari biasanya, tidak ada benjolan tapi ada benjolan, jangan didiagnosa sendiri, segera pergi ke dokter," ucapnya, dalam peringatan Pink October Campaign Breast Cancer Awareness, acara Love Your Breast yang digelar oleh National Hospital Surabaya, Senin (31/10/2022).
Dirinya mengaku pernah divonis Kanker Payudara pada 28 oktober 2000. Maka dari itu, ibu satu ini sangat bersyukur lantaran berhasil melewati ganasnya permasalahan kesehatan itu, walau dalam waktu yang cukup lama.
"Rasa khawatir pasti dirasakan setiap pasien. Hanya saja dia berpesan berusaha tidak memikirkan dan melakukan hal hal positif lain," tutur Ika yang juga sebagai penata rias profesional.
"Puji tuhan saya bisa melewatinya. Maka dari itu, saya harus bermanfaat bagi orang lain," pungkas Ika.
Makanan yang diawetkan penyebab kanker payudara
Dokter National Hospital Surabaya, dr Andy A Suanda, Sp.B (K) Onk, menjelaskan, secara umum penyakit kanker, terutama kanker payudara, berawal dari makan makanan yang diawetkan, yang diproses ditaruh di kaleng kalengan seperti sarden, kornet, sosis.
"Bukan berarti tidak boleh, tapi dikurangi. Termasuk makanan berasap bisa memicu Zat Karsinogen, zat zat yang mengakibatkan timbulnya kanker. Seperti sate, bandeng asap, steak, daging bakar, bukan berarti tidak boleh, tapi jangan dikonsumsi terus terusan," jelasnya, dalam peringatan Pink October Campaign Breast Cancer Awareness, acara Love Your Breast yang digelar oleh National Hospital Surabaya, Senin (31/10/2022).
Untuk mencegah penyakit tersebut, lanjut dia, cukup lewat pola makan 4 sehat 5 sempurna, atau pola hidup sehat, tidak ada makanan secara khusus.
"Paling utama adalah pikiran. Jangan cemas atau kepikiran, tetap semangat, tetap kontrol ke dokter karena nanti diperiksa apakah ada tanda tanda gangguan lagi," lanjutnya.
Kemudian, kata dia, pengobatan hormonal sampai 7 10 tahun terus diminum supaya mencegah tumbuhnya virus kanker.
"Semangat terus, jangan dengarkan omongan orang. Nanti mentalnya menurun. Ketika menjalankan kemotrapi, harus yakin, pengobatan ini buat kesembuhan dirinya sendiri bukan untuk orang lain," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/resep-jamu-temulawak-dipercaya-bisa-sembuhkan-kanker-payudara-harus-sesuai-takaran-yang-benar.jpg)