TRAGEDI AREMA VS PERSEBAYA
Sosok Wiebie Dwi Andriyas Pengganti Presiden Arema FC Juragan 99? Namanya Masuk dalam Tim Pemulihan
Meski biodata Wiebie Dwi Andriyas berlatarbelakang pengusaha, ia memiliki banyak aktivitas di Malang Raya kini dia masuk di Tim Pemulihan Arema FC
Penulis: Dya Ayu | Editor: Dyan Rekohadi
Belum diketahui secara pasti apakah akan ada pembicaraan ke arah sana.
Baca juga: Arek Malang Serukan Kirim Surat Asa Keadilan untuk Presiden Jokowi
Untuk diketahui, Direksi dan manajemen Arema FC saat ini tengah membentuk Tim Pemulihan Arema FC pasca Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 135 orang 1 Oktober lalu.
Tim Pemulihan Arema FC ini semacam task force yang bertugas untuk melakukan evaluasi total terhadap tata kelola klub Arema FC.
Sebelum membentuk siapa-siapa saja anggota yang masuk dalam Tim Pemulihan Arema FC ini, direksi dan manajemen telah melakukan pertemuan dengan beberapa tokoh sepak bola.
“Kemarin kami banyak mendapatkan saran dan masukan, serta usulan dari tokoh sepak bola Malang Raya Mas Wiebie Dwi Andriyas dan dari tokoh hukum Agus S Sugianto," ungkap Tatang Dwi Arifianto, Komisaris PT Arema Aremania Bersatu Berprestasi Indonesia (PT AABBI), Selasa (15/11/2022).
Menurut manajemen, dua nama itu banyak diusulkan masuk dalam tim pemulihan Arema FC.
Pihak manajemen pun telah melakukan pertemuan dengan keduanya Wiebie dan Agus.
Dari pertemuan itu manajemen Arema FC mengaku banyak mendapat saran dan masukan terkait langkah untuk bangkit pasca tragedi.
Dua tokoh itu menyambut baik adanya tim pemulihan yang tentunya memiliki program yang bisa dijalankan oleh Arema FC.
"Selain itu, beliau juga memberikan apresiasi terkait langkah cepat Arema FC yang memberikan bantuan kepada korban meninggal dan korban luka baik berat dan ringan,” kata Tatang.
Selain melibatkan sosok asli Malang, manajemen Arema FC juga melibatkan sosok yang memiliki pengalaman di tata kelola sepak bola nasional.
Sebagai salah satu kejutan, muncul nama Mantan Plt Ketua PSSI Joko Driyono.
Joko Driyono atau Jokdri merupakan salah satu tokoh sepak bola nasional yang banyak pengalaman di federasi sepak bola.
Karirnya di dunia sepak bola terhenti saat terjerat kasus hukum. Ia divonis satu tahun enam bulan penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (23/7/2019) silam.
Jokdri dinyatakan terbukti bersalah dalam kasus menghilangkan alat bukti pengaturan skor Liga 1 Indonesia.