Senin, 18 Mei 2026

Berita Malang Hari Ini

Ada 36 Titik Banjir di Kota Malang, Pemkot Siapkan Master Plan Drainase

Hujan deras sering diiringi dengan banjir di sejumlah titik di Kota Malang. Bahkan banjir sering merendam rumah penduduk.

Tayang:
SURYA/PURWANTO
BANJIR: Pengendara melintas jalan yang tergenang banjir di Jl Danau Toba, Kelurahan Sawojajar, Kota Malang, Jumat (11/11/2022). Banjir tersebut menyebabkan sejumlah kendaraan mogok. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Hujan deras sering diiringi dengan banjir di sejumlah titik di Kota Malang. Bahkan banjir sering merendam rumah penduduk.

Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang mencatat ada 36 titik banjir pada tahun 2022. Kawasan yang sering terendam banjir adalah Tanjung, Bareng, Klaseman, Kedawung, dan Sawojajar.

Titik banjir terparah berada di Sawojajar. Air merupakan kiriman dari Sekarpuro, Kabupaten Malang. Banjir terjadi karena saluran drainase tidak mampu menampung air. 

Banjir selalu terjadi saat hujan deras. Tingginya debit air membuat banjir merendam Jalan Danau Toba sampai Jalan Danau Kerinci.

Khusus di Sawojajar, Pemkot akan membangun sudetan di Jalan Danau Jonge. Sudetan ini akan mengarahkan air ke Sungai Bango.

"Proses pengerjaan harus dimulai pada awal tahun depan. Anggaran pembuatan sudetan ini sekitar Rp 6,5 miliar. Ini termasuk proyek urgent," ucap Dandung Djulharjanto, Kepala DPUPRPKP Kota Malang kepada SURYAMALANG.COM.

DPUPRPKP mengusulkan anggaran senilai Rp 59 miliar untuk pembangunan lebih dari 50 saluran drainase pada 2023. DPUPRKP juga rutin mengeruk sampah dan sedimen di beberapa saluran drainase.

"Saluran drainase ini tidak hanya di jalan protokol, tapi juga di perkampungan," terangnya.

Saat ini DPUPRP sedang membuat master plan drainase yang menjadi pedoman perencanaan penataan saluran drainase.

"Insya Allah master plan drainase selesai pada akhir tahun ini," ucap Dandung.

Saat ini Pemkot mulai melebarkan saluran drainase di beberapa titik.

Pemkot ingin saluran drainase bisa saling terintegrasi. Sesuai analisa DPUPRPKP Kota Malang, banyak saluran drainase banyak yang menggunakan saluran irigasi.

Biasanya alur saluran irigasi dari hulu ke hilirnya menyempit. Sedangkan saluran drainase dari hulu ke hilir harus semakin melebar.

"Kami harus membuat saluran drainase antar wilayah. Makannya kami membuat master plan agar penanganan drainase antara kelurahan dan kecamatan saling terintregasi," ujarnya.

Komisi C DPRD Kota Malang memberi empat poin penting untuk penyelesaian banjir. Pertama, Pemkot harus memaksimalkan Gerakan Angkut Sampah dan Sedimen (GASS).

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved