Panorama Alas Purwo di Banyuwangi, Masih Banyak Monyet Berkeliaran

#BANYUWANGI - Umumnya yang datang untuk beribadah adalah umat Hindu Bali dan daerah lainnya. Di Situs Kawitan ada tempat buat berdoa.

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Yuli A
sylvianita widyawati
Pos pantau untuk melihat hewan di Savana Sadengan di Alas Purwo, Banyuwangi. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur mengandalkan banyak wisata alam.

Salah satunya Alas Purwo. Dari kota, butuh waktu sekitar 1,5 jam jika memakai kendaraan pribadi menuju kawasan itu.

Di Alas Purwo, pintu masuknya ke Situs Kawitan. Di gerbang ini, wisatawan akan bertemu Mbah Muri sebagai juru kunci.

Ia menyapa rombongan yang berkunjung ke lokasi ia bekerja. "Kalian dari mana?'" tanyanya.

Mbah Muri meneruskan pekerjaan suaminya sebagai juru kunci karena telah meninggal dunia. Nama aslinya Saminten. Namun ia dikenal dengan Mbah Muri, nama almarhum suaminya.

Sebelum meneruskan perjalanan ke destinasi lain di Alas Purwo, biasanya wisatawan ke Situs Kawitan. Di situs ini, bagi wanita yang sedang berhalangan/haid dilarang masuk. Hal ini disampaikan Ali Saifudin dari guide Alas Purwo. "Ini kearifan lokal," kata Ali pada suryamalang, Minggu (11/12/2022). Selain itu di alas ini masih banyak monyet.

Maka wisatawan harus menjaga barangnya agar tidak menarik perhatian monyet. "Pasti kedatangan wisatawan yang banyak sudah mengandung kecurigaan para monyet," jelas Ali. Menurut Ali, situs ini ditemukan pada 1960 an oleh warga dalam bentuk gundukan batu karst dan gamping.

Bagi masyarakat umum, biasanya mengunjungi Situs Kawitan sebelum meneruskan ke destinasi lain di Alas Purwo. Begitu juga umat Hindu sebelum beribadah di pura lebih besar di area itu, pasti ke Kawitan dulu.

Umumnya yang datang untuk beribadah adalah umat Hindu Bali dan daerah lainnya. Di Situs Kawitan ada tempat buat berdoa.

Selain itu juga ada tumpukan bata yang ditutup kain kuning. "Dulu ada yang ambil batanya tapi kemudian sakit. Tapi kemudian dikembalikan dan sembuh," cerita Mbah Muri.

Riwayat Situs Kawitan sebagaimana dikisahkan Ali, ini adalah peninģgalan Mpu Barada, guru spiritual Prabu Erlangga yang memiliki dua anak dan kemudian menyendiri.

Setelah dari situs ini, wisatawan bisa meneruskan perjalanan ke Savana Sadengan. Jaraknya sekitar 1,5 km. Sayang saat itu turun hujan. Sebagai antisipasi hujan, wisatawan mendapat jas hujan dari EO yang mengatur perjalanan ke Alas Purwo. Ada yang nekat, ada yang nongkrong dulu di kantin karena hujan.

Di kantin itu ada yang jual makanan dan minuman dengan harga terjangkau. Harga bakso semangkok Rp 10.000. Ada bakso besar dan tahu. Atau beli sate telur Rp 5000 per 4 biji. Ada juga penjual es degan, rujak uleg dan minuman lainmya. Dari kantin atau tempar parkir, lokasi savana sangat dekat. Wisatawan bisa berjalan kaki 5 menit.

Di areal ini, wisatawan bisa naik ke pos pantau untuk melihat savana yang menjadi lokasi makan hewan. Saat itu cukup banyak banteng makan rumput. Banyak juga warga rekreaksi ke tempat itu bersama keluarga. Usai berkunjung, mereka membawa bekal makanan dan minuman untuk dimakan bersama.

Selain ke savana, di Alas Purwo bisa mengunjungi Pantai Pancar. Ombaknya besar. Banyak juga wisatawan ke sana membawa anak-anak. Di pantai itu terlihat banyak sampah potongan kayu dari laut yang terbawa ke pantai.

"Dulunya indah. Tapi kondisi sekarang begini. Agak kotor terutama setelah air pasang," jelas Mila, seorang pengunjung pantai yang datang bersama anak dan suaminya.

Banyak batang-batang pohon ke pantai dan menumpuk di pasir pantai. Di areal pantai dilengkapi toilet untuk membersihkan diri. Di sana juga masih terlihat monyet. Termasuk di depan mushola. Ada gerombolan monyet nampak mengotak atik tong sampah. Secara keseluruhan, berwisata ke Alas Purwo menyenangkan.

Sebaiknya berangkat pagi dan bersiap dengan kondisi alam yang kurang jelas. Kadang terang, kadang tiba-tiba hujan. Maka jangan lupa membawa jas hujan. Kondisi Alas Purwo sangat rimbun sehingga menyejukkan mata. Sayangnya sinyal telekomunikasi dari vendor tak ada terutama di kawasan hutan. Namun saat di Pantai Pancur, sinyal HP ada.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved