Berita Tuban Hari Ini
GAWAT! Ini Dalih Pertamina Kirim Pertalite Campur Air ke Beberapa SPBU Area Tuban
#TUBAN - Hasil investigasi tim Pertamina memang ditemukan indikasi air di mobil tangki yang diduga akibat intensitas hujan yang cukup tinggi.
Penulis: Mochamad Sudarsono | Editor: Yuli A
#TUBAN - Hasil investigasi tim Pertamina memang ditemukan indikasi air di mobil tangki yang diduga akibat intensitas hujan yang cukup tinggi.
SURYAMALANG.COM, TUBAN - Pengiriman Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertalite tercampur air terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umur (SPBU) wilayah Kabupaten Tuban.
BBM jenis Pertalite yang berasal dari Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Tuban diketahui bercampur air mulai mencuat sejak kemarin siang, di sejumlah SPBU.
Berdasarkan data yang dihimpun, Pertalite yang bercampur air tersebut diketahui oleh petugas SPBU saat pengecekan pengiriman.
Jadi sebelum masuk tangki penampungan di SPBU, dilakukan pengecekan secara sampling dari kendaraan tangki pengangkut.
"Kemarin Jumat malam sekitar pukul 21.00 WIB ada pengiriman, kemudian dilakukan sampling oleh pembongkar hasilnya bercampur air," kata SPV dari SPBU di Jalan Tuban-Semarang, Desa Sugihwaras Kecamatan Jenu, Azmi Zulfikar, Sabtu (17/12/2022).
Ia menjelaskan, untuk memastikan kondisi BBM tersebut layak atau tidak, pihak SPBU kemudian mengambil sampling dari BBM Pertalite itu hingga sekitar 30 liter.
Mengetahui hasilnya tidak bagus, pihak SPBU kemudian membuat surat berita acara untuk mengembalikan pengiriman BBM jenis Pertalite tersebut.
Sebab, dengan kondisi BBM yang bercampur dengan air maka bisa merugikan para konsumen atau warga masyarakat yang membeli Pertalite.
"Di sampling tiga kali hasilnya tidak bagus, untungnya belum kita masukkan ke tangki, sehingga belum berdampak ke konsumen," ungkapnya.
Pengiriman BBM jenis Pertalite yang bercampur air disinyalir juga terjadi di beberapa SPBU.
Seperti SPBU Mulung, Kecamatan Merakurak dan SPBU Desa Compreng Kecamatan Widang, Tuban. Kemudian dilakukan proses pengembalian langsung.
Sementara itu, Area Manager Commrel & CSR Pertamina Patra Niaga Region Jatimbalinus, Deden Mochammad Idhani, mengatakan, berdasarkan hasil investigasi tim Pertamina memang ditemukan indikasi air di mobil tangki yang diduga akibat intensitas hujan yang cukup tinggi dari siang sampai malam hari pada Jumat.
Pertamina telah melakukan proses pengujian BBM sesuai dengan standar prosedur dan ketentuan atau spesifikasi dari Dirjen Migas, terkait penimbunan BBM di tangki timbun FT Tuban dan juga telah melaksanakan pemeriksaan mutu terhadap mobil tangki yang melakukan penyaluran dari FT Tuban.
Sebagai tindak lanjut laporan tersebut, saat ini seluruh pengiriman BBM yang diduga terkontaminasi air sudah dikomunikasikan ke pihak SPBU terkait untuk proses pengembalian ke FT Tuban.