Berita Tulungagung Hari Ini
Sam Dimas, Motor Listrik Hasil Konversi Pegiat Lingkungan Tulungagung
Forum Komunitas Hijau (FKH) Tulungagung memamerkan sepeda motor listrik Sam Dimas karya mereka di Kantor DLH Tulungagung
Penulis: David Yohanes | Editor: rahadian bagus priambodo
SURYAMALANG.COM | TULUNGAGUNG - Forum Komunitas Hijau (FKH) Tulungagung memamerkan sepeda motor listrik Sam Dimas karya mereka di Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tulungagung, Rabu (18/1/2023).
Sepeda motor ini sebelumnya meraih peringkat 4 dalam ajang PLN Innovation and Competition in electricity (ICE) 2022 di Jakarta, Oktober tahun lalu.
Sam Dimas juga ikut dipamerkan dalam ajang G20 di Bali pada November 2022.
Sam Dimas akronim dari Sampah Jadi Emas, moto para pegiat lingkungan di Tulungagung.
"Karena sepeda motor ini dibuat dengan 40 persen material daur ulang," ucap Ketua FKH Tulungagung, Karsi Nero Sutamrin.
Sebelum masuk ke ICE, Sam Dimas bersaing dengan ratusan motor listrik hasil konversi motor BBM dari seluruh Indonesia.
Sam Dimas lalu masuk 7 besar sehingga layak diikutkan dalam ICE.
Sam Dimas dibangun dari sepeda motor Happy Happy Nexium 2012 150 CC, di bawah pengawasan Andreas Andi Setiawan, pemilik bengkel yang aktif di FKH Tulungagung.
Menurut Andi, motor ini dibangun untuk spesifikasi lomba, sehingga rancang bangunnya agak mahal.
Total pengerjaan mulai komponen, rangka motor hingga tenaga pengerjaan mencapai Rp 40 juta.
"Sebenarnya kalau mau dibuat harian bisa disederhanakan dan bisa lebih murah, sekitar Rp 20 juta. Tapi ini dibuat memang untuk ICE kemarin," ujarnya.
Sam Dimas menggunakan baterai Gesit 72 V 20 AV dan motor listrik QS Motor Mid Drive 11 KW.
Sepeda motor bisa melaju dengan kecepatan hingga 65 kilometer per jam, dengan percepatan 0 ke 50 km/jam dalam 5 detik.
Berat maksimal yang bisa digendongnya mencapai 120 kilogram.
Proses pengisian baterai 3-4 jam, dan satu kali pengisian bisa menempuh 45 kilometer.
"Kendalanya ada beberapa komponen yang masih impor, belum ada produsen lokal," sambung Andi.
Lanjut Andi, pihaknya telah bisa melakukan konversi motor BBM ke listrik.
Namun ada kendala sertifikasi yang hanya bisa dikerjakan di Bekasi.
Saat workshop ICE, Sam Dimas sempat ditawari untuk sertifikasi, namun Andi menolaknya.
"Terus terang kalau harus ke Bekasi kami kesulitan. Alangkah baiknya kalai balai sertifikasi itu ada di setiap provinsi," ujar Andi.
Dengan adanya tempat sertifikasi di setiap provinsi, diyakini akan mempercepat ekosistem motor listrik di daerah.
Hal ini seiring program pemerintah yang menggalakkan konversi di motor listrik.
Selain itu biaya konversi saat ini tergolong mahal, karena satu motor bisa menghabiskan Rp 20 juta.
"Karena mahal, konversi ke motor listrik ini masih sebatas di kalangan penghobi. Kalau ada subsidi pasti akan banyak menarik masyarakat," tutur Andik.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tulungagung, Santoso, memuji kreasi motor listrik ini.
Menurutnya DLH akan selalu mendukung segala upaya konversi motor BBM ke motor listrik.
Keberadaan Sam Dimas ini akan turut membangun ekosistem motor listrik di Tulungagung.
"Kami akan selalu dukung segala upaya konversi motor BBM menjadi motor listrik. Ini kerja keras teman-teman dari Tulungagung," ucap Santoso. (David Yohanes)
Forum Komunitas Hijau (FKH) Tulungagung
PLN Innovation and Competition in Electricity (ICE
motor listrik
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tulungagung
Pemkab Tulungagung Butuh Rp 16 Miliar dari BTT Pemprov Jatim Untuk Pemulihan Jalan dan Jembatan |
![]() |
---|
FAKTA Hutan Berubah Jadi Ladang Jagung, jadi Sumber Ancaman Bencana Alam di Tulungagung Selatan |
![]() |
---|
Pesepeda Tampil di Hell2Man, Taklukan Rute Pegunungan Waduk Wonorejo Tulungagung - Kecamatan Sendang |
![]() |
---|
Memperbaiki Data Dari Desa, BPS dan Pemkab Tulungagung Mencanangkan Desa Cinta Statistik |
![]() |
---|
Banjir di Tulungagung, Banyak Sepeda Motor Mogok Terjebak di Simpang Orari |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.