Berita Surabaya Hari Ini
Kenang Peran Gus Dur di Momen Imlek, Masyarakat Tionghoa Teladani Semangat Presiden Keempat RI
Masyarakat Tionghoa sangat mengenang peran dan jasa Presiden Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur.
Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: rahadian bagus priambodo
SURYAMALANG.COM | SURABAYA - Masyarakat Tionghoa sangat mengenang peran dan jasa Presiden Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur.
Pada momentum Tahun Baru Imlek di 2023 ini, masyarakat Tionghoa mengajak anak muda untuk ikut mewarisi semangat Gus Dur.
"Kami sangat berterima kasih kepada mendiang Presiden Gus Dur dalam memperjuangkan hak warga Tionghoa di negara Indonesia tercinta ini sehingga kita semua bisa merayakan Imlek dengan sukacita," kata Wakil Ketua Young Buddhist Association of Indonesia, Limanyono Tanto di Surabaya, Sabtu (21/1/2022).
"Selain merayakan Imlek dengan keluarga kami masing-masing, kami juga bertekad mengenang jasa dan kebajikan mendiang Presiden Gus Dur semasa hidup," katanya.
Baginya, sosok Gus Dur merupakan tokoh yang pejuang membela para minoritas. Hal ini demi memastikan hak diperoleh semua masyarakat, termasuk masyarakat Tionghoa.
"Gus Dur adalah sosok pahlawan kemanusiaan yang berani memimpin dan hadir bagi kaum minoritas atau tertindas. Beliau berjuang apapun resikonya bagi dirinya dan keluarganya," katanya.
Ia pun mengenang peringatan Imlek masa silam. Sebelumnya, peringatan ini bukan merupakan hari libur nasional.
"Zaman dulu saat kita kecil, sebelum reformasi, kita masih harus sekolah karena bukan tanggal merah. Kita juga tidak bisa merayakan secara khusus dengan menikmati hiasan ornamen dan budaya tionghoa seperti barongsai di muka publik," katanya.
Namun pasca Orde Baru berakhir, Gus Dur akhirnya mencabut Inpres nomor 14 tahun 1967 tentang agama, kepercayaan, dan adat istiadat Tionghoa. Kemudian, menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) nomor 6 tahun 2000.
Melalui Keppres tersebut, masyarakat etnis Tionghoa di Indonesia akhirnya bisa merayakan Imlek dan hari raya lainnya secara terbuka. Bahkan, Presiden Gus Dur hadir pada perayaan Imlek Nasional ke-2 di Istora Senayan pada tahun 2001.
Karenanya, pada momentum peringatan imlek, Young Buddhist Association of Indonesia mengajak seluruh warga Tionghoa tidak lupa kepada jasa Presiden Gus Dur. "Meski Gus Dur dengan bahagia meninggalkan kami, tetapi semangat dan visi misi nya untuk memanusiakan manusia warga Indonesia tetap berada disekitar kami," katanya.
Pihaknya menyuarakan agar muda mudi Indonesia yang merayakan imlek untuk melimpahkan jasa kepada Gus Dur. Melalui media sosial, mereka membagikan hashtag #xiexiegusdur.
"Sehingga, semakin banyak muda mudi yang teringat akan sejarah. Ingat akan siapa yang berjasa hingga kita bisa merayakan imlek secara sukacita, berkumpul bersama keluarga, serta saling berbagi angpao dan makanan kesukaan kita yang melimpah," katanya.
Ia mengajak anak muda untuk mewarisi sifat Gus Dur. Utamanya, yang memanusiakan manusia dan berani mengambil sikap tegas untuk kepentingan banyak orang.
"Dalam buddhisme sosok itu adalah boddhisatva, makhluk suci yang menunda pencapaian sempurnanya guna menolong makhluk yang sedang menderita di alam samsara," katanya. (bob)
Abdurrahman Wahid (Gus Dur)
KH Abdurrahman Wahid
Abdurrahman Wahid
Gus Dur
perayaan Imlek 2023
Young Buddhist Association of Indonesia
JANGAN KAGET! Jadi Wali Kota/Bupati Butuh Modal 70 Miliar, Jadi Gubernur Butuh Modal 1,7 Triliun |
![]() |
---|
Universitas Ciputra Surabaya Kukuhkan Guru Besar Bidang Transformasi Keuangan Digital |
![]() |
---|
Rumah Sakit Baru Pemkot Surabaya RSUD Eka Candrarini Diresmikan, Layanan Unggulan Bagi Ibu dan Anak |
![]() |
---|
Pemprov Jatim Distribusikan PLTS ke Sekolah, Ajak Gunakan Green Energy |
![]() |
---|
Kesenjangan dan Lemahnya Inovasi Pendidikan Masih Jadi PR Besar di Jatim, Anggaran 2024 Justru Turun |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.